RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Kasus kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks) masih menjadi ancaman utama bagi masyarakat Kota Banjarmasin.
Sepanjang 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin mencatat terdapat 42 kasus kanker payudara dan 24 kasus kanker serviks, tertinggi dibandingkan jenis kanker lainnya.
Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Banjarmasin, dr. Siti Wasilah mengatakan, dua jenis kanker tersebut masih mendominasi kasus pada perempuan.
Sementara pada laki-laki, kanker paru menjadi salah satu jenis yang paling diwaspadai.
Berdasarkan data Dinkes Banjarmasin, selain kanker payudara dan serviks, sepanjang 2025 juga tercatat empat kasus kanker kolorektal (usus besar), lima kasus kanker darah, tiga kasus kanker hati dan dua kasus kanker paru.
Meningkatnya kasus kanker kolorektal turut dipengaruhi faktor lingkungan Kota Banjarmasin yang didominasi sungai dan rawa.
Kondisi tersebut membuat sumber air lebih rentan terkontaminasi mikroba sehingga memicu infeksi saluran pencernaan berulang yang menjadi salah satu faktor risiko kanker usus besar.
"Karena itu deteksi dini menjadi sangat penting agar kanker bisa ditemukan sejak stadium awal sehingga peluang kesembuhan lebih besar," ujarnya, Rabu (15/7/2026) petang.
Sebagai langkah pencegahan, pemerintah bersama YKI terus mendorong masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta pemeriksaan HPV DNA untuk mendeteksi dini kanker serviks.
Tak hanya berfokus pada edukasi, YKI Kota Banjarmasin juga memperkuat pendampingan bagi para penyintas kanker.
Penasihat YKI Kota Banjarmasin, Neli Listriani, mengatakan dukungan keluarga maupun lingkungan sekitar memiliki peran besar dalam membantu proses pemulihan pasien.
"Support system sangat penting. Semangat dari keluarga, sahabat, maupun sesama penyintas bisa membantu pasien lebih kuat menjalani pengobatan. Sebaliknya, kondisi emosional yang buruk atau stres dapat memperberat penyakit," katanya.
Ia berharap seluruh pengurus YKI dapat menjadi penggerak edukasi sekaligus pendamping bagi masyarakat yang sedang berjuang melawan kanker.
Saat ini, YKI Kota Banjarmasin memiliki sekitar 40 orang pengurus yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dokter, dosen, hingga penyintas kanker.
Editor : M Oscar Fraby