RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (Pemkab HSU) makin serius memerangi stunting. Tak sekadar imbauan, Bupati HSU, H Sahrujani tancap gas memperkuat lini depan kesehatan masyarakat. Salah satunya, dengan mengasah kemampuan kader Posyandu melalui kolaborasi strategis bersama Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Upaya itu tercermin dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Kader Posyandu yang digelar di Hotel Lambung Mangkurat, Amuntai, Rabu (8/7/2026). Dalam forum tersebut, Sahrujani menegaskan bahwa kader merupakan “ujung tombak” dalam mengawal masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) balita.
’’Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kekuatan utama. Tanpa keterlibatan aktif kader, percepatan penurunan stunting akan sulit tercapai,’’ tegas Bupati di hadapan peserta dan Tim Pengabdian Masyarakat ULM yang dipimpin Prof Dr H Asmu’i MSi.
Bupati membeberkan penurunan angka stunting merupakan tulang punggung dari visi HSU BANGKIT (Berkeadilan, Unggul, dan Kreatif). Upaya itu kini dimanifestasikan melalui program HSU CERIA (Cegah Stunting Bersama).
Fokusnya nyata dimulai dari pendampingan ibu hamil hingga distribusi bantuan nutrisi bagi balita berisiko gizi buruk.
Kerja keras tersebut mulai berbuah manis. Data Operasi Timbang Nasional mencatat prevalensi stunting di HSU melandai dari 18,93 persen (Agustus 2025) menjadi 18,70 persen (Februari 2026). Angka wasting (berat badan rendah menurut tinggi badan) pun turut susut dari 10,18 persen menjadi 9,83 persen.
Meski begitu, Sahrujani enggan jemawa. Ia menyebut penurunan tersebut sebagai alarm untuk terus konsisten bekerja. "Angka ini membuktikan bahwa intervensi kita efektif. Namun, perjuangan belum berakhir. Saya minta kader terus disiplin melakukan pencatatan dan pelaporan yang akurat sebagai basis kebijakan kita,’’ imbuhnya.
Selama pelatihan, para kader tidak hanya diberikan teori. Mereka dibekali teknis deteksi dini risiko stunting hingga pola pemberian gizi yang tepat. Ke depan, Sahrujani memastikan Pemkab HSU akan terus membuka pintu kolaborasi bagi akademisi ULM demi melahirkan inovasi yang berdampak langsung ke lapangan.
’’Kader Posyandu adalah garda terdepan. Kami ingin memastikan mereka memiliki kapasitas mumpuni untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tumbuh optimal bebas dari stunting,’’ pungkasnya.
Kegiatan itu diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga ritme kerja kolaboratif guna merealisasikan target kesehatan jangka panjang di Bumi Lambung Mangkurat.
Editor : Fauzan Ridhani