Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Udara Tak Sehat Saat Dinihari di Kalsel, Masyarakat Diimbau Pakai Masker

Sheilla Farazela • Jumat, 10 Juli 2026 | 09:53 WIB
MEMADAMKAN: Petugas pemadam kebakaran saat berupaya memadamkan api yang membakar lahan di Landasan Ulin. Karhutla mulai mempengaruhi kualitas udara di Banua. 
(BPBD BANJARBARU) 
MEMADAMKAN: Petugas pemadam kebakaran saat berupaya memadamkan api yang membakar lahan di Landasan Ulin. Karhutla mulai mempengaruhi kualitas udara di Banua.  (BPBD BANJARBARU) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Meningkatnya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mempengaruhi kualitas udara di Banua. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Kalsel mencatat ada lonjakan polusi yang cukup tajam setiap dini hari.

Prakirawan Staklim Kalsel, Klaus Damanik mengatakan, rata-rata konsentrasi partikulat PM2.5 (partikel debu halus) harian berada di angka 27,6 µgram/m³. Angka tersebut masih masuk batas aman dan berada di zona biru atau kategori sedang.

Namun, konsentrasi PM2.5 mengalami peningkatan drastis saat memasuki dini hari. "Konsentrasi tertinggi memang terpantau pada pukul 03.00 WITA dengan kategori tidak sehat. Tapi secara umum atau rata-rata harian, kualitas udara kita masih masuk kategori Sedang," ujar Klaus, Rabu (8/7).

Data alat monitoring menunjukkan konsentrasi PM2.5 mulai merangkak naik sejak lewat tengah malam dan mencapai puncaknya pada pukul 03.00 WITA. Pada jam tersebut, angka konsentrasi melesat hingga 95,2 µgram/m³. Nilai itu menempatkan kualitas udara di zona kuning dengan kategori tidak sehat.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di luar ruangan pada dini hari hingga menjelang subuh, untuk menggunakan masker berstandar medis seperti N95 atau sejenisnya," kata Klaus. 

Memasuki pagi hari, seiring munculnya matahari dan meningkatnya kecepatan angin, konsentrasi partikulat berangsur menurun.

Lalu pada siang hari, kualitas udara biasanya menyentuh kategori baik atau zona hijau, sebelum kembali ke kategori sedang menjelang malam.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#karhutla #kalimantan selatan #ispa #Polusi Udara #bmkg