RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (Pemkab HSU) terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui peningkatan kapasitas kader Posyandu. Langkah tersebut diwujudkan lewat kegiatan Penguatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil untuk Pencegahan Stunting yang digelar di Hotel Lambung Mangkurat Amuntai, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan dihadiri Bupati HSU, H Sahrujani, perwakilan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama Tim Pengabdian kepada Masyarakat yang dipimpin Prof Dr H Asmu'i M Si. Serta, Lurah Kebun Sari, Muhammad Iqbal Maulana.
Dalam sambutannya, Sahrujani mengapresiasi komitmen ULM yang terus mendukung pembangunan daerah melalui program pengabdian kepada masyarakat.
"Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat merupakan kekuatan besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mempercepat penurunan stunting," ujarnya.
Menurut Sahrujani, Pemkab HSU tetap berkomitmen mewujudkan visi HSU BANGKIT melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satunya dengan mempercepat penurunan angka stunting.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program HSU CERIA (Cegah Stunting Bersama) yang mencakup pendampingan ibu hamil, edukasi gizi keluarga, pemberian makanan tambahan, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga bantuan telur bagi balita yang mengalami masalah gizi.
Ia mengungkapkan berbagai intervensi mulai menunjukkan hasil. Dari 3.367 balita yang mengalami masalah gizi, sebanyak 366 balita atau 17,66 persen telah mengalami perbaikan status tinggi badan menurut umur.
Selain itu, dari 1.295 balita yang mengalami wasting, sebanyak 269 balita atau 20,77 persen berhasil memperbaiki status gizinya.
Data Operasi Timbang Nasional juga mencatat prevalensi stunting di HSU turun dari 18,93 persen pada Agustus 2025 menjadi 18,70 persen pada Februari 2026. Angka wasting ikut menurun dari 10,18 persen menjadi 9,83 persen.
"Walaupun penurunannya belum terlalu besar, capaian ini menunjukkan bahwa kerja sama semua pihak sudah berada di jalur yang tepat dan harus terus ditingkatkan," kata Sahrujani.
Ia berharap para kader Posyandu semakin terampil mendampingi ibu hamil selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan, memberikan edukasi gizi, memantau tumbuh kembang balita, serta menyusun pencatatan dan pelaporan yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Editor : Fauzan Ridhani