Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jangan Salah Informasi, Belum Semua Layanan Cath Lab Beroperasi di RSHD Barabai

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Minggu, 5 Juli 2026 | 09:35 WIB
CATH LAB: Layanan di Cath Lap RSHD Barabai belum sepenuhnya beroperasi.
CATH LAB: Layanan di Cath Lap RSHD Barabai belum sepenuhnya beroperasi.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BARABAI - Masyarakat diminta tidak salah memahami layanan Catheterization Laboratory (Cath Lab) di Rumah Sakit Haji Damanhuri (RSHD) Barabai. Pasalnya, layanan tersebut belum beroperasi penuh untuk semua jenis tindakan.

Direktur RSHD Barabai, dr Nanda Sujud Andi Yudha Utama, menjelaskan bahwa saat ini Cath Lab yang sudah berjalan difokuskan pada penanganan pembuluh darah otak.

Layanan ini dapat digunakan untuk pasien stroke, baik akibat sumbatan maupun pecah pembuluh darah, termasuk beberapa kasus tumor otak tertentu yang membutuhkan tindakan intervensi.

“Untuk pelayanan stroke, baik sumbatan maupun perdarahan, penanganannya sudah bisa dilakukan di RSHD, baik melalui operasi terbuka maupun tindakan menggunakan Cath Lab sesuai indikasi medis,” ujarnya, Minggu (5/7/2026).

Selain itu, Cath Lab juga sudah melayani kasus penyumbatan pembuluh darah pada tangan dan kaki atau penyakit vaskular perifer.

Sementara itu, layanan Cath Lab untuk jantung dewasa—termasuk pemasangan ring jantung—baru akan mulai beroperasi pertengahan Agustus 2026. Hal ini menunggu tenaga dokter spesialis jantung yang akan mulai bertugas setelah menyelesaikan pendidikan.

“Dokter jantung kami diperkirakan mulai bertugas sekitar 10 Agustus 2026. Setelah itu layanan Cath Lab jantung dewasa bisa mulai dijalankan,” kata dr Nanda.

Untuk layanan Cath Lab jantung anak, targetnya baru bisa dibuka pada September 2026. Layanan ini ditujukan bagi kasus tertentu seperti kelainan jantung bawaan yang masih bisa ditangani tanpa operasi terbuka.

Namun demikian, dr Nanda menegaskan tidak semua penyakit jantung dapat ditangani dengan Cath Lab. Kasus berat seperti bypass jantung atau penggantian katup tetap memerlukan operasi jantung terbuka di rumah sakit rujukan yang memiliki fasilitas lengkap.

Hal serupa juga berlaku pada pasien anak dengan kelainan jantung berat, yang belum memungkinkan ditangani dengan tindakan minimal invasif.

Ia menegaskan, pemilihan metode tindakan—baik Cath Lab maupun operasi terbuka—sepenuhnya bergantung pada kondisi medis pasien.

“Kami berharap masyarakat memahami layanan yang sudah ada dan yang masih dalam tahap pengembangan agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ujarnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Cath Lab #RSHD Barabai #layanan