Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tim Medis Terlambat Tiba, Kiper yang Pingsan Ditolong Rekan Setim

Norsalim Yahya • Kamis, 2 Juli 2026 | 12:42 WIB
Ilustarasi tim Tampusing Batilai FC saat memberikan pertolongan pada rekannya yang pingsan usai berbenturan dengan pemain lawan. (Foto : Chat GPT)
Ilustarasi tim Tampusing Batilai FC saat memberikan pertolongan pada rekannya yang pingsan usai berbenturan dengan pemain lawan. (Foto : Chat GPT)

 

Jorong - Seorang pemain mengalami benturan keras hingga sempat tidak sadarkan diri dalam pertandingan lanjutan turnamen sepak bola di Kecamatan Jorong, Rabu (1/7/2026). Insiden tersebut memicu sorotan karena tim medis yang disiapkan panitia disebut terlambat tiba di lokasi.

Benturan terjadi saat pertandingan antara Tampusing Batilai FC melawan Asri Mulya FC. Akibat insiden itu, seorang penjaga gawang Tampusing Batilai FC terjatuh dan membutuhkan penanganan medis segera.

Karena tim medis belum berada di lokasi saat kejadian, sejumlah pemain berinisiatif memberikan pertolongan pertama kepada korban.

Salah seorang pemain Tampusing Batilai FC, Umar, mempertanyakan kesiapsiagaan tim medis yang disiapkan panitia dalam pertandingan tersebut.

"Kiper kami bertabrakan dengan pemain lawan hingga lidahnya tertelan dan membutuhkan penanganan medis. Saat kami meminta bantuan, tim medis maupun ambulans belum ada di lokasi," ujar Umar, Kamis (2/7/2026).

Menurut Umar, para pemain akhirnya memberikan pertolongan pertama dengan membuka jalan napas korban agar tidak terjadi hal-hal yang lebih fatal.

"Karena tidak ada pertolongan medis, kami berinisiatif memberikan pertolongan dengan menarik lidahnya. Alhamdulillah setelah itu kiper kami sadar kembali," katanya.

Ia menambahkan, ambulans baru tiba setelah korban kembali sadar. Selanjutnya, pemain tersebut dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

"Kalau kami terlambat memberikan pertolongan, kemungkinan nyawa pemain kami bisa dalam bahaya," ujarnya.

Sementara itu, panitia pelaksana turnamen, Khairun Nasir, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan tim medis dan ambulans untuk mendukung pelaksanaan turnamen.

"Kami sudah menyiapkan tim medis dan ambulans. Bahkan anggarannya juga telah kami alokasikan," katanya.

Terkait keterlambatan tim medis saat insiden terjadi, Khairun menjelaskan petugas yang ditugaskan memang terlambat datang ke lokasi pertandingan.

"Saat mengetahui ada insiden, kami langsung menghubungi tim medis dan ambulans agar segera datang karena situasinya mendesak," jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pada saat technical meeting (TM), seluruh peserta telah diminta menyiapkan tim medis masing-masing sebagai langkah antisipasi.

"Panitia tetap menyiapkan tim medis dan ambulans untuk mengantisipasi apabila terjadi kondisi darurat yang memerlukan penanganan lanjutan," tutupnya. (sal).

Editor : Arif Subekti
#tim medis #terlamabat #Tanah Laut #Sepak Bola