Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Optik Express Hadirkan Teknologi Prediksi Mata Minus Anak hingga Lima Tahun

Maulana Radar Banjarmasin • Jumat, 26 Juni 2026 | 13:17 WIB
PEMERIKSAAN: GM Plaza Optik Indonesia dan Aristio, Direktur Optik Express bersama Plh Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Timbul R.K Siregar saat meninjau kegiatan pembagian kacamata gratis rangkain HUT-Bhayangkara Ke-80 di Aula Mathilda Mapolresta Banjarmasin.(Foto:Plaza Optik)
PEMERIKSAAN: GM Plaza Optik Indonesia dan Aristio, Direktur Optik Express bersama Plh Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Timbul R.K Siregar saat meninjau kegiatan pembagian kacamata gratis rangkain HUT-Bhayangkara Ke-80 di Aula Mathilda Mapolresta Banjarmasin.(Foto:Plaza Optik)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Optik Express menghadirkan layanan pemeriksaan dan konsultasi mata secara gratis bagi masyarakat. 

Optik yang berlokasi di kawasan perempatan Gatot Dalam, Jalan Veteran, Kelurahan Pengambangan, Banjarmasin Timur tersebut juga menawarkan berbagai pilihan lensa, mulai harga terjangkau hingga produk premium.

Selain menyediakan beragam pilihan lensa, Optik Express yang berpusat di Banjarmasin juga didukung teknologi pemeriksaan mata modern yang masih tergolong langka di Indonesia.

Salah satu teknologi unggulannya adalah Lenstar, perangkat canggih milik Plaza Optik Indonesia selaku induk Plaza Optik dan Optik Express, yang mampu memprediksi perkembangan mata minus (miopia) pada anak hingga lima tahun ke depan. Teknologi tersebut membantu tenaga profesional menentukan langkah penanganan secara lebih dini dan akurat.

"Untuk pemeriksaan dan konsultasi semuanya gratis. Pilihan lensa juga tersedia mulai dari Rp65 ribu hingga produk-produk branded," ujar Agung Prasetyo, Assistant Manager Business Development Plaza Optik Indonesia, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, teknologi Lenstar sangat membantu orang tua untuk mengetahui potensi perkembangan mata minus pada anak sejak dini.

"Kami memiliki alat yang tidak banyak ada di Indonesia, salah satunya Lenstar. Alat ini dapat memprediksi perkembangan mata minus anak hingga lima tahun ke depan. Jadi, bagi yang memiliki anak, silakan datang ke Optik Express untuk melakukan pemeriksaan," katanya.

Tak hanya didukung teknologi modern, Optik Express juga diperkuat tenaga praktisi yang telah memiliki sertifikasi dan kompetensi di bidangnya.

"Tenaga ahli dan praktisi kami profesional. Kami juga memiliki training center sebagai tempat pelatihan khusus bagi seluruh tenaga kami," ungkapnya.

Selain itu, kenyamanan pelanggan turut menjadi perhatian. Ruang pelayanan dan ruang tunggu yang luas disiapkan untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan saat melakukan pemeriksaan mata.

"Tempatnya luas, ruang tunggunya nyaman, dan pelayanan yang diberikan juga lebih baik," tambah Agung.

Saat ini, Optik Express yang berpusat di Banjarmasin terus memperluas jaringan usahanya. Hingga kini, perusahaan tersebut telah memiliki 24 cabang yang tersebar di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kota Malang, Jawa Timur.

Tak hanya itu, menyambut momentum liburan sekolah, Plaza Optik dan Express Optik juga menghadirkan promo spesial berupa diskon 50 persen untuk frame original. Program ini berlaku mulai 27 Juni hingga 5 Juli 2026.

"Jadi, jangan lewatkan kesempatan ini. Segera datangi Plaza Optik dan Express Optik untuk mendapatkan promo menarik tersebut," ujar Agung.

Sementara itu, General Manager Plaza Optik Indonesia, Supria mengatakan pihaknya juga aktif dalam kegiatan sosial di bidang kesehatan mata. Salah satunya melalui program pembagian kacamata gratis dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 yang bekerja sama dengan Polresta Banjarmasin.

"Melalui peringatan Hari Bhayangkara ke-80, kami bersama Polresta Banjarmasin menyediakan kacamata gratis. Ini merupakan salah satu program bakti kesehatan," ujarnya.

Program tersebut menyasar pelajar tingkat SD, SMP hingga SMA di Kota Banjarmasin yang sebelumnya telah didata oleh masing-masing sekolah.

Menurut Supria, sebelum menerima bantuan kacamata, para pelajar terlebih dahulu menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui kondisi penglihatan, serta ukuran lensa yang diperlukan.

"Kita lakukan screening awal di sekolah masing-masing untuk mengetahui ketajaman Visus Tanpa Koreksi, kemudian dievaluasi apakah perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Setelah itu baru diberikan kacamata secara gratis," jelasnya.

Sebanyak 14 sekolah dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dilibatkan dalam program tersebut. "Dari 14 sekolah itu, kurang lebih ada 1000 siswa yang kami undang untuk melakukan pemeriksaan lebih detail. Setelah itu baru dibagikan kacamata sesuai ukuran masing-masing," katanya.

Dari hasil pemeriksaan, banyak pelajar diketahui mengalami gangguan penglihatan berupa mata minus maupun silinder. Bahkan, sebagian besar baru menyadari kondisi tersebut setelah menjalani pemeriksaan.

"Sebelumnya mereka menganggap penglihatannya normal. Setelah diperiksa ternyata ada yang tidak bisa melihat tulisan di depan kelas dengan jelas. Itu yang kami antisipasi," ucap Supria.

Ia menilai penggunaan gawai secara berlebihan menjadi salah satu faktor yang turut mempengaruhi meningkatnya gangguan penglihatan pada anak dan remaja.

"Memang tidak bisa dihindari karena sekarang proses belajar banyak menggunakan handphone dan laptop. Namun, penggunaan yang berlebihan tetap harus dibatasi," tambahnya.

Supria mengungkapkan jumlah siswa siswi yang dilakukan screening di sekolah-sekolah sebenarnya mencapai sekitar 2.500 pelajar dari tingkat SD hingga SMA. Namun, seluruh peserta harus melalui proses penyaringan dan pemeriksaan awal.

"Hal itu untuk memastikan mereka benar-benar memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan kacamata gratis," pungkasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#Optik Express #prediksi mata minus #mata minus anak #Plaza Optik Indonesia #Lenstar