Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mengenal Glaukoma: Si Pencuri Penglihatan yang Perlu Diwaspadai

Nurhidayat • Kamis, 18 Juni 2026 | 10:53 WIB
dr. Hadijah, Sp.M.
dr. Hadijah, Sp.M.

Glaukoma adalah penyakit mata yang menyebabkan kerusakan saraf optik, yaitu saraf yang berfungsi menghantarkan informasi penglihatan dari mata ke otak. Kerusakan ini umumnya disebabkan oleh peningkatan tekanan bola mata dan dapat mengakibatkan gangguan penglihatan hingga kebutaan permanen apabila tidak ditangani dengan baik. Beberapa kasus dapat terjadi meskipun tekanan bola mata berada dalam batas normal. Penyakit ini sering disebut sebagai "si pencuri penglihatan" karena pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Akibatnya, banyak penderita baru menyadari ketika gangguan penglihatan sudah cukup berat.

Gejala glaukoma dapat berbeda pada setiap orang, namun beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain: Penglihatan kabur atau menurun secara perlahan, Lapang pandang menyempit terutama pada penglihatan tepi, Melihat lingkaran cahaya (halo) di sekitar lampu, Mata terasa nyeri atau berat, Mata merah, Sakit kepala, Mual, dan muntah pada serangan glaukoma akut. Glaukoma sering tanpa gejala pada tahap awal, sehingga pemeriksaan mata secara berkala sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi.

Seseorang memiliki risiko lebih tinggi mengalami glaukoma apabila berusia di atas 40 tahun, memiliki riwayat glaukoma dalam keluarga, menderita diabetes mellitus atau hipertensi, menggunakan obat steroid dalam jangka panjang, dan memiliki riwayat cedera atau operasi mata.

Tujuan utama pengobatan glaukoma yaitu menurunkan tekanan bola mata dan mencegah kerusakan saraf optik bertambah berat. Penanganan dapat dilakukan melalui obat tetes mata (merupakan terapi awal yang paling sering diberikan untuk membantu mengontrol tekanan bola mata), Terapi Laser (Pada beberapa kasus, tindakan laser dapat membantu memperbaiki aliran cairan mata sehingga tekanan bola mata dapat menurun), Operasi Glaukoma (Apabila obat dan terapi laser belum mampu mengendalikan tekanan bola mata secara optimal, dokter dapat mempertimbangkan tindakan operasi), serta Kontrol dan Monitoring Rutin.

Glaukoma merupakan penyakit kronis yang memerlukan pemantauan jangka panjang. Pemeriksaan rutin sangat penting untuk memastikan tekanan bola mata terkontrol dan mencegah penurunan penglihatan lebih lanjut.Pemeriksaan, diagnosis dan penatalaksanaan glaukoma tersedia di RSU Syifa Medika. Pelayanan dilakukan oleh dokter spesialis mata dengan didukung fasilitas yang memadai, sehingga pasien memperoleh penanganan yang tepat, komprehensif, dan sesuai dengan kondisi klinis masing- masing.|

Deteksi dini merupakan kunci utama dalam mencegah kebutaan akibat glaukoma. Jangan menunda pemeriksaan mata apabila memiliki faktor risiko atau mulai merasakan gangguan penglihatan.

Diagnosis glaukoma bukanlah akhir dari segalanya. Meskipun kerusakan saraf optik yang telah terjadi tidak dapat dipulihkan, perkembangan penyakit dapat diperlambat dengan pengobatan yang tepat dan kepatuhan menjalani kontrol rutin.

Banyak penderita glaukoma tetap dapat menjalani kehidupan yang aktif, produktif, dan mandiri selama kondisi terkontrol dengan baik. Semakin dini glaukoma terdeteksi, semakin besar peluang untuk mempertahankan kualitas penglihatan. Jangan tunggu hingga penglihatan terganggu. Periksakan kesehatan mata secara berkala dan lindungi penglihatan Anda untuk masa depan yang lebih cerah.

 

 

Editor : Nurhidayat
#kesehatan mata #RS Syifa Medika #banjarbaru