Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mengenal Pelayanan Terapi Okupasi dalam Rehabilitasi Medik

Nurhidayat • Jumat, 12 Juni 2026 | 13:23 WIB
dr. Teguh Purwanti, Sp.KFR.
dr. Teguh Purwanti, Sp.KFR. 

Terapi okupasi adalah sebuah perawatan yang mempunyai tujuan untuk membantu seseorang yang mempunyai keterbatasan fisik, mental, serta kognitif untuk mengembangkan kemampuan motorik, keseimbangan, dan koordinasi tubuh. Terapi ini membantu orang yang mengalami kesulitan setelah terjadinya cedera, atau jika seseorang mengalami kecacatan agar dapat hidup lebih mandiri untuk menjalani kegiatan sehari-hari, bekerja, bersosialisasi, hingga rekreasi. Occupational Therapy tidak terbatas bagi orang dewasa saja. Bagi anak-anak, terapi ini dapat mengembangkan keterampilan kognitif, kemampuan fisik, sensorik, dan motorik pada anak sehingga dapat membantu mereka melakukan aktivitas harian baik di rumah atau di sekolah secara mandiri.

Perbedaan antara okupasi terapi dengan fisioterapi yaitu, fisioterapi fokus pada fungsi gerak tubuh dan mobillitas. Sedangkan terapi okupasi fokus pada kemandirian subjek yang bertujuan membantu subjek dapat hidup semandiri mungkin dalam melakukan aktivitas harian.

Mengapa melakukan terpai okupasi ?. Terapi okupasi dilakukan pada orang-orang yang memiliki kebutuhan khusus agar dapat kembali melakukan aktivitas dengan normal. Meski demikian, penderita tetap dianjurkan untuk mendapatkan saran dari dokter Spesialis Rehab Medik dan anggota keluarga sebelum memutuskan untuk melakukan terapi okupasi.

Terapi okupasi dilakukan untuk seseorang yang mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti pasien yang telah terdiagnosa dengan kesulitan belajar, Stroke, Frozen Shoulder, Fraktur, Autism Spectrum Sisorder, Gangguan Pengolahan Sensori, Cerebral Palsy, Down Syndrome, Attention Deficit Hiperactive Disorder (ADHD), Gangguan Genetik, dan Keterlambatan Perkembangan, Gangguan Mental dan Perilaku.

Berikut kasus yang bisa ditangani oleh tenaga okupasi terapis, yaitu meningkatkan lingkup gerak sendi, meningkatkan kekuatan otot , keterlambatan motorik halus, kesulitan melakukan aktivitas bantu diri, gangguan koordinasi bilateral, gangguan persepsi visual, dan sensory processing disorder.

Okupasi Terapi meliputi, sensori integrasi yaitu tindakan/treatment yang akan membantu memperbaiki fungsi sensori seperti perabaan, keseimbangan, persendian, pengecapan, penciuman, penglihatan, dan pendengaran. Terapi Perilaku (Behavior Therapy) yaitu tindakan/treatment yang diberikan untuk memperbaiki perilaku atau kontrol diri agar anak dapat berperilaku sesuai dengan yang diharapkan. Sensory Retraining yaitu tindakan/treatment guna melatih kemampuan sensori yang hilang atau berkurang dikarenakan injury penyakit seperti kehilangan fungsi raba, keseimbangan, dan motorik halus.  

Okupasi Terapi menangani berbagai keterampilan, diantaranya merawat diri sendiri seperti toilet training, memakai baju, menggosok gigi, menyisir rambut. Kemampuan motorik halus seperti kemampuan memegang pensil, mengancing baju. Kemampuan motorik kasar seperti berjalan, menaiki tangga, atau naik sepeda. Kemampuan Persepsi seperti membedakan warna, bentuk, dan ukuran besar-kecil. Kepekaan Tubuh Terhadap Diri Sendiri seperti rambut menempel di kepala atau lengan ada di samping badan bagian atas. Kemampuan Visual untuk membaca dan menulis.

Kegiatan terapi okupasi merupakan program yang disusun spesifik bagi sang subjek. Semua jenis latihan ditujukan untuk membangun aspek atau kemampuan yang kurang kuat pada subjek. Dokter rehab medik akan melakukan assesment awal dan membuat program, kemudian  terapis akan melakukan observasi untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan sang anak. Baru kemudian dia menyusun berbagai latihan yang berkenaan dengan berbagai teknik motorik dan pemanfaatan indera. Semakin dini anak mendapatkan terapi dan stimulasi maka akan semakin cepat anak mengejar ketertinggalan perkembangannya.

Editor : Nurhidayat
#okupasi #rehabilitasi medik #RS Syifa Medika #terapi