Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mengenal Perawatan Behel Gigi Bersama Ortodontis

Nurhidayat • Jumat, 5 Juni 2026 | 12:50 WIB
 
drg. Fidiyah Inayati, Sp.Ort.
drg. Fidiyah Inayati, Sp.Ort.
 

Banyak orang menginginkan giginya terlihat rapi, karena bagi mereka hal ini akan menunjang penampilan dan meningkatkan kepercayaan diri. Untuk itu mereka berusaha mencari perawatan gigi untuk mencapai tujuannya, yaitu melakukan perawatan behel gigi.

Kita mengenal beberapa macam cara dalam merapikan gigi dalam perawatan ortodonti. Ada perawatan ortodonti lepasan dan perawatan ortodonti cekat. Perawatan ortodonti lepasan merupakan perawatan untuk merapikan gigi dengan menggunakan alat yang bisa dipasang dan dilepas sendiri pada gigi-gigi oleh pasien atas pengawasan dan kontrol dari dokter gigi. Pasien anak-anak dalam masa gigi susu atau masa gigi campuran bisa mendapatkan perawatan ini untuk merapikan susunan gigi-giginya. Perawatan ortodonti lepasan ini adalah perawatan sederhana yang efektif untuk mencegah terjadinya maloklusi gigi atau mencegah maloklusi berkembang semakin parah. Maloklusi adalah kelaian susunan gigi geligi atau ketidak harmonisan hubungan antara gigi-gigi rahang atas dan rahang bawah. Perawatan ortodonti lepasan ini dilakukan oleh seorang dokter gigi umum di tempat praktiknya.

Perawatan gigi dengan memakai behel termasuk dalam perawatan ortodonti cekat. Perawatan ortodonti cekat ini tidak bisa dipasang atau dilepas sendiri oleh pasien, tapi semua prosedur perawatan akan dilakukan oleh dokter gigi spesialis ortodonti yang dikenal dengan sebutan ortodontis. Seorang ortodontis adalah lulusan dokter gigi umum yang menempuh lagi pendidikan spesialis ortodontinya selama kurang lebih 3 tahun khusus untuk mendalami tentang kasus-kasus maloklusi gigi, mempelajari tentang pergerakan gigi geligi, pertumbuhan rahang, dan biomekanik perawatan.  

Perawatan ortodonti cekat efektif dilakukan pada pasien yang sudah mencapai fase gigi permanen. Ada berbagai macam kondisi maloklusi yang dapat dikoreksi dengan pemakaian behel ini. Kasus-kasus maloklusi tersebut antara lain gigi berjejal (crowding), gigi renggang (diastema), gigitan yang tidak normal (overbite, crossbite, openbite) atau gigi miring, berputar, dan tidak sejajar.

Perawatan ortodonti dimulai dengan mendatangi praktek ortodontis. Di sana, seorang ortodontis akan melakukan anamnesa dan pemeriksaan klinis yang meliputi kondisi gigi geligi secara menyeluruh hingga profil wajah pasien, kesimetrisan rahang, dan kondisi sendi rahang. Selanjutnya ortodontis akan melakukan pencetakan gigi pada rahang atas dan rahang bawah serta memberi pengantar untuk rongten panoramic, sefalometri, atau CBCT jika diperlukan. Hasil dari anamnesis, pemeriksaan klinis, model gigi, serta foto rongten pasien akan dianalisis oleh ortodontis hingga akan ditegakkan sebuah diagnosis.

Selanjutnya pasien akan dijelaskan rencana perawatan yang akan dilakukan sesuai dengan kasusnya. Dalam hal ini pasien akan diberikan kesempatan untuk berdiskusi tentang kondisi giginya hingga pasien akan memperoleh pemahaman dan gambaran tentang hasil rencana perawatannya. Disini pasien akan mendapatkan prognosis dari hasil rencana perawatan yang ditawarkan oleh ortodontis. Saat pasien menyetujui dengan semua rencana perawatan yang telah dijelaskan, pemasangan behel mulai bisa dijadwalkan. Biasanya sebelum ini dilakukan ada beberapa treatment yang perlu dilakukan terlebih dahulu seperti penambalan gigi, pencabutan, atau pembersihan karang gigi sesuai dengan kebutuhan.

Pemasangan behel atau yang disebut dengan istilah placement braket akan diikuti oleh kontrol tiap bulannya. Kontrol ini penting untuk dilakukan secara rutin karena akan menentukan progres perawatan gigi. Dalam tiap kontrol, ortodontis akan melakukan penggerakkan gigi dan mengatur gigi geligi untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan sejak semula.

Ketika semua tujuan yang diinginkan sudah dicapai, perawatan akan memasuki tahap fixasi sebelum memasuki tahap debonding atau pelepasan behel dan perawatan dinyatakan sudah selesai. Selanjutnya pasien akan disarankan untuk memakai retainer setelah tahap debonding braket. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir perubahan hasil perawatan yang sudah dicapai.

Tingkat keberhasilan perawatan ortodonti sangat dipengaruhi oleh rencana perawatan yang tepat, keteraturan kontrol, dan kepatuhan pasien terhadap instruksi yang diberikan oleh ortodontis. Lelahnya perawatan ortodonti yang dilakukan selama bertahun-tahun akan terbayar oleh kepuasan pasien dalam mendapatkan gigi yang rapi dan senyum yang indah.

Editor : Nurhidayat
#RS Syifa Medika #banjarbaru #kesehatan