RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, menegaskan harapannya agar para dokter yang menempuh pendidikan spesialis dengan pembiayaan pemerintah daerah dapat kembali mengabdi di Kabupaten Tanah Bumbu setelah menyelesaikan studi mereka.
Menurutnya, program pembiayaan pendidikan dokter spesialis merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah berharap investasi yang diberikan dapat memberikan manfaat langsung bagi daerah.
"Jangan sampai setelah dibiayai, tapi enggak lama mereka keluar. Itu yang kita harapkan. Kita komitmen, tentu kita akan memperhatikan. Tapi tolong timbal baliknya," ujar Andi Rudi.
Pada tahun 2026, Pemkab Tanah Bumbu mengirim 10 dokter umum untuk mengikuti pendidikan spesialis dan satu dokter untuk menempuh pendidikan subspesialis. Program tersebut disiapkan untuk memperkuat ketersediaan tenaga medis di RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor.
Pemerintah daerah juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama dalam pelaksanaan program tersebut, di antaranya Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Diponegoro, dan Universitas Udayana.
Andi Rudi menilai keberadaan dokter spesialis yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan di daerah. Dengan bertambahnya tenaga medis spesialis, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pelayanan yang lebih lengkap tanpa harus banyak dirujuk ke luar daerah.
Melalui program ini, Pemkab Tanah Bumbu berharap pelayanan kesehatan terus meningkat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat kapasitas RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor sebagai rumah sakit rujukan di wilayah tersebut.
Editor : Eddy Hardiyanto