RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN – Kondisi kesehatan dengan berbagai riwayat penyakit menghantui Calon Jemaah Haji (CJH) Kalsel. Dari hasil pemeriksaan, pada umumnya para jemaah haji Kalsel mengidap kolesterol tinggi, gangguan jantung, demensia, TBC, diabetes hingga hipertensi.
CJH asal Kabupaten Tanah Bumbu dikategorikan masuk jemaah haji Risiko Tinggi (Risti) berat. Umumnya memiliki komplikasi sedikitnya dua penyakit. Diantaranya, hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, asma, dan kolesterol, serta berusia di atas 60 tahun.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tanah Bumbu, Arman Jaya Rikki menyebut CJH Kabupaten Tanah Bumbu didominasi penyakit metabolik degeneratif, yakni Hipertensi dan Diabetes Melitus. “Termasuk, kolesterol tinggi menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan pada jemaah haji asal Tanah Bumbu tahun ini,” bebernya.
“Pola penyakit yang dialami jemaah masih didominasi penyakit metabolik degeneratif. Hipertensi, diabetes melitus, dan kolesterol tinggi menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan,” terang Arman.
Begitu juga CJH asal Kabupaten Tapin. Dari 35 orang atau sekitar 13,6 persen yang masuk kategori Risti berat, didominasi pengidap hipertensi, diabetes melitus dan gangguan jantung. “Petugas kesehatan siap membersamai jemaah dalam seluruh rangkaian ibadah. Pemantauan kesehatan berkala juga terus dilakukan, terutama kepada jamaah Risti,” kata Petugas Haji Daerah Kabupaten Tapin, Noor Ipansyah.
Sedangkan, CJH Kabupaten HSS rata-rata mengidap penyakit jantung, diabetes, dan hipertensi. Bahkan, jumlah jemaah dengan diagnosa penyakit jantung disebut lebih banyak dibandingkan musim haji sebelumnya. “Yang paling banyak kami temukan masih didominasi penyakit jantung, diabetes, dan hipertensi,” terang Sub Koordinator Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes PPKB HSS, Noryamin.
Sementara, ditemukan tiga gangguan kesehatan yang paling banyak diderita oleh CJH Balangan. Yakni, didominasi hipertensi, penyakit jantung, dan hiperkolesterol. “Tahun ini, satu dokter dan satu perawat dari Balangan berhasil lolos seleksi pusat untuk mendampingi jemaah,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Balangan, Juhriadi.
Hal serupa, juga ditemukan di CJH asal Tabalong. Dari hasil pemeriksaan Dinkes, ditemukan sepuluh penyakit yang membayangi mereka. Paling banyak keluhan hipertensi, hiperkolesterol dan diabetes. “Semua jemaah yang kategori risiko tinggi, dibekali sejumlah obat-obatan untuk dibawa. Mereka juga didampangi dokter dan petugas untuk menjaga kesehatan mereka,” terang Kepala Dinkes Tabalong, Ahmad Baihaqi.
Editor : Arief