Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Diam-Diam Mematikan: Saat Garam, Gula, dan Lemak Mengendalikan Tekanan Darah

Nurhidayat • Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:42 WIB
dr Irawati Friana Batubara, Sp.GK
dr Irawati Friana Batubara, Sp.GK

Dalam rangka memperingati Hari Hipertensi Sedunia yang diperingati setiap 17 Mei, masyarakat perlu menyadari bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi bukan sekadar masalah usia maupun faktor keturunan. Penyakit yang dikenal sebagai silent killer ini sering kali tidak bergejala, sehingga banyak orang tidak menyadari kondisinya sampai komplikasi terjadi. Secara perlahan, hipertensi dapat merusak pembuluh darah, jantung, ginjal, hingga otak. Tidak sedikit pasien baru mengetahui dirinya terdiagnosis hipertensi setelah terserang stroke atau serangan jantung.

Salah satu faktor utama yang memicu lonjakan kasus hipertensi adalah pola makan sehari-hari. Konsumsi garam, gula, dan lemak berlebih kini makin sulit dihindari, terutama akibat meningkatnya popularitas makanan cepat saji serta makanan dan minuman ultra-proses.

Guna mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan panduan batas konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) per orang per hari. Rekomendasi maksimalnya adalah 1 sendok teh garam (5 gram), 4 sendok makan gula (50 gram), dan 5 sendok makan minyak atau lemak (67 gram).

Bila diperhatikan, takaran tersebut sebenarnya sangat terbatas. Tanpa disadari, konsumsi harian masyarakat sering kali telah melampaui ambang batas rekomendasi tersebut. Berbagai asupan favorit seperti mi instan, gorengan, camilan kemasan, saus penyedap, minuman manis, dan makanan cepat saji menjadi penyumbang utama kelebihan GGL di dalam tubuh.

Selain faktor eksternal tersebut, hipertensi juga berkaitan erat dengan berat badan, metabolisme, aktivitas fisik, kualitas tidur, hingga tingkat stres. Konsumsi garam berlebih dapat memicu retensi cairan yang langsung menaikkan tekanan darah. Sementara itu, asupan gula berlebih memicu obesitas dan resistensi insulin, sedangkan lemak jenuh serta lemak trans dapat menyumbat pembuluh darah dan melipatgandakan risiko serangan jantung maupun stroke.

Oleh karena itu, tata laksana diet bagi penderita hipertensi tidak sesederhana sekadar "mengurangi garam". Banyak pasien membutuhkan pengaturan nutrisi yang lebih spesifik dan individual sesuai dengan kondisi klinis penyerta mereka, seperti obesitas, diabetes melitus, gangguan ginjal, atau penyakit jantung. Setiap individu memiliki kebutuhan nutrisi, profil metabolik, tingkat aktivitas fisik, serta target kesehatan yang berbeda. Pola makan sehat tidak bisa disamaratakan.

Momen Hari Hipertensi Sedunia ini harus menjadi pengingat bersama bahwa mengontrol tekanan darah tidak cukup hanya dengan bergantung pada obat-obatan. Diperlukan komitmen kuat untuk memperbaiki pola makan dan menerapkan gaya hidup sehat secara berkelanjutan.

Dalam menyusun rencana diet yang tepat, aman, dan sesuai dengan kondisi klinis masing-masing, konsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik (Sp.GK) memegang peranan yang sangat penting.

Layanan konsultasi Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Pertamina Tanjung siap melayani Anda setiap Senin–Sabtu pukul 08.00–21.00 WITA. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, silakan hubungi nomor 08115194016 atau 08115000405 (WhatsApp).

 

Editor : Nurhidayat
#hipertensi #pola makan sehat #stroke #RS Pertamina #hipertensi dan diabetes