RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU - Ada fenomena menarik di balik hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 Provinsi Kalimantan Selatan. Bukan hanya soal pertumbuhan jumlah penduduk, tetapi juga perubahan besar pada profil ibu melahirkan di Banua.
Data resmi Badan Pusat Statistik yang dirilis pada 5 Mei 2026 menunjukkan perempuan di Kalsel kini cenderung melahirkan di usia yang lebih matang dibanding satu dekade lalu.
Tren ini menjadi sinyal perubahan sosial yang cukup signifikan. Jika sebelumnya kelahiran didominasi kelompok usia muda, kini semakin banyak perempuan memilih memiliki anak saat memasuki usia 30-an.
Menariknya, perubahan tersebut berjalan seiring dengan turunnya angka kematian bayi (Infant Mortality Rate/IMR) di Kalimantan Selatan.
Pada 2010, angka kematian bayi di Kalsel masih berada di angka 34 per 1.000 kelahiran hidup. Kini, berdasarkan SUPAS 2025, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 14,70.
Usia yang lebih matang dinilai membuat seorang ibu lebih siap secara mental, emosional, maupun finansial dalam menjalani kehamilan dan pengasuhan anak.
“Ibu yang lebih matang cenderung memiliki akses informasi yang lebih baik. Mereka lebih sadar pentingnya pemeriksaan rutin dan pemenuhan nutrisi sejak masa kehamilan,” tulis laporan tersebut.
Fenomena ini juga terlihat dari capaian Banjarbaru yang mencatat angka kematian bayi terendah di Kalsel, yakni 10,92. Kota ini diketahui memiliki tingkat fertilitas rendah dan didominasi masyarakat dengan tingkat pendidikan serta ekonomi yang relatif lebih baik.
Selain faktor kematangan usia ibu, penurunan drastis angka kelahiran remaja juga dinilai menjadi penyebab penting membaiknya kesehatan bayi di Kalsel.
Jika pada 2010 angka kelahiran usia 15–19 tahun masih berada di angka 55, kini turun tajam menjadi 19,80 pada 2025.
Secara medis, kehamilan di usia terlalu muda memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi bagi ibu maupun bayi. Karena itu, menurunnya angka kelahiran remaja ikut berdampak pada penurunan angka kematian bayi.
Pakar psikologi dari Universitas Lambung Mangkurat, Rika Vira Zwagery, menilai kematangan psikologis menjadi faktor penting dalam pola pengasuhan anak, bahkan sejak masa kehamilan.
“Kematangan psikologis mencakup kemampuan manajemen diri, pengetahuan pengasuhan, regulasi emosi, dan kemampuan menyelesaikan masalah,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Kamis (14/5/2026).
Menurut Rika, penurunan angka kematian bayi dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari usia ibu yang lebih matang, kondisi fisik yang lebih siap, hingga meningkatnya pengetahuan tentang kehamilan dan pengasuhan.
Kemudahan akses informasi juga dinilai membantu para orang tua memiliki keterampilan pengasuhan yang lebih baik.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya parenting sense of competence, yakni keyakinan orang tua terhadap kemampuan mereka dalam menjalankan peran sebagai pengasuh anak.
Meski tren “Ibu Matang, Bayi Sehat” mulai terlihat di Kalsel, tantangan masih ditemukan di sejumlah daerah. Hulu Sungai Utara tercatat memiliki angka kematian bayi tertinggi di Kalsel, yakni 20,84.
Kondisi itu menunjukkan bahwa kematangan usia ibu tetap harus dibarengi pemerataan akses layanan kesehatan yang memadai di seluruh daerah.
Rika menilai penurunan pernikahan dini saat ini juga dipengaruhi perubahan prioritas generasi muda, mulai dari pendidikan, karier, aktualisasi diri, hingga kesiapan finansial sebelum berkeluarga.
“Hal itulah kemungkinan menjadi salah satu penyebab penurunan angka kematian anak di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Dengan kualitas kesehatan ibu dan anak yang semakin membaik, Kalsel dinilai memiliki modal penting untuk menyiapkan generasi masa depan yang lebih berkualitas.
Namun, pemerintah juga diingatkan untuk mulai menyiapkan strategi menghadapi tantangan penuaan penduduk yang perlahan mulai muncul.
Di akhir wawancara, Rika menyampaikan pesan kepada para calon ibu agar mempersiapkan diri secara matang sebelum menikah dan memiliki anak.
“Sebelum menikah, sebaiknya mempersiapkan diri secara fisik dan psikologis karena itu sangat penting,” pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto