RSJ Sambang Lihum Didorong Jadi Pusat Literasi Kesehatan Mental Banua

admin • Dipublikasikan Rabu, 13 Mei 2026 | 18:40 WIB
fauifai
PROGRAM: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalsel, dr Diauddin di acara Forum Konsultasi Kesehatan Publik di Aula Trias RSJ Sambang Lihum, Kabupaten Banjar, Rabu (13/5/2026).(Foto-foto: Humas RSJ Sambang Lihum)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA – Fungsi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Kalimantan Selatan semakin dikembangkan. RSJ Sambang Lihum kini tak lagi sekadar menjadi tempat pengobatan dan perawatan medis bagi pasien gangguan jiwa, namun didorong untuk bertransformasi menjadi pusat literasi dan edukasi kesehatan mental bagi masyarakat luas.

Harapan tersebut ditegaskan oleh Gubernur Kalsel, H Muhidin melalui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalsel, Dr Diauddin saat membuka Forum Konsultasi Publik di Aula Trias RSJ Sambang Lihum, Rabu (13/5/2026).

Diauddin mengungkapkan tanggung jawab sosial RSJ Sambang Lihum saat ini jauh lebih besar. 

Di mana, selain aspek kuratif (pengobatan), RSJ Sambang Lihum memiliki kewajiban untuk meningkatkan pemahaman publik guna memutus rantai stigma negatif terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

DOKUMENTASI: Kepala Dinkes Kalsel, dr Diauddin dan jajaran manajemen RSJ Sambang Lihum berfoto bersama di acara Forum Konsultasi Publik
DOKUMENTASI: Kepala Dinkes Kalsel, dr Diauddin dan jajaran manajemen RSJ Sambang Lihum berfoto bersama di acara Forum Konsultasi Kesehatan Publik di Aula Trias RSJ Sambang Lihum, Kabupaten Banjar, Rabu (13/5/2026).

“Rumah sakit saat ini harus mampu menjadi pusat edukasi dan literasi. Tidak hanya melayani pengobatan, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental,” ujar Diauddin.

Menurutnya, literasi yang kuat akan membuat masyarakat lebih terbuka dan empatik. Pemprov Kalsel berkomitmen mendorong kualitas pelayanan yang lebih humanis dan mudah diakses. 

Pelayanan prima, lanjut dia, tidak hanya diukur dari kecanggihan alat medis, tetapi juga dari kemampuan fasilitas kesehatan dalam membangun komunikasi dan pendekatan sosial.

“RSJ Sambang Lihum diharapkan menghadirkan program edukasi dan konsultasi publik yang mampu menjaga keseimbangan psikologis masyarakat Banua,” tambahnya.

Forum Konsultasi Publik ini menjadi ajang serap aspirasi dari masyarakat dan tenaga kesehatan. Tujuannya jelas, agar pelayanan kesehatan jiwa di Kalsel semakin profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan riil warga.

Dengan penguatan fungsi edukasi ini, RSJ Sambang Lihum diproyeksikan menjadi mercusuar informasi kesehatan mental di Kalimantan Selatan, sehingga kesehatan jiwa bukan lagi dianggap sebagai hal yang tabu untuk dibicarakan.

Editor : Fauzan Ridhani
Pusat Kesehatan Mental martapura RSJ Sambang Lihum rumah sakit jiwa Gubernur Kalsel H Muhidin