Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

DPPKBPM Banjarmasin Siapkan Mahasiswa Jadi Agen Cegah Stunting

Endang Syarifuddin • Selasa, 12 Mei 2026 | 15:26 WIB
SINERGI: Kepala DPPKBPM Kota Banjarmasin, Ahmad Syauqi memberikan pemaparan pada kegiatan sinergitas Program Bangga Kencana bersama kalangan akademik di Aula Uniska MAB, kawasan Handil Bhakti, Selasa (12/5/2026) pagi.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)
SINERGI: Kepala DPPKBPM Kota Banjarmasin, Ahmad Syauqi memberikan pemaparan pada kegiatan sinergitas Program Bangga Kencana bersama kalangan akademik, Selasa (12/5/2026) pagi.(Foto: Endang Syarifuddin/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin gencar menggandeng kalangan kampus dalam upaya menekan angka stunting. Kali ini melalui pertemuan sinergitas Program Bangga Kencana bersama akademisi dan mahasiswa di Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Banjarmasin, Selasa (12/5/2026) pagi.

Kegiatan yang digelar di aula kampus Uniska kawasan Handil Bhakti itu diikuti puluhan. Fokusnya memberikan edukasi mengenai perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi hingga pencegahan perkawinan usia dini.

Kepala DPPKBPM Kota Banjarmasin, Ahmad Syauqi mengatakan mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan di lingkungan masyarakat maupun sesama generasi muda. “Mahasiswa perlu memahami bagaimana merencanakan kehidupan berkeluarga dengan baik. Termasuk menjaga kesehatan reproduksi, mencegah pernikahan usia dini, dan mempersiapkan diri sebelum menikah,” ujarnya ditemui usai pertemuan.

Menurut mantan Kepala Bappeda Litbang ini, salah satu pemicu tingginya angka stunting adalah perkawinan usia dini. Banyak pasangan menikah tanpa mempertimbangkan kesiapan kesehatan maupun kondisi ekonomi keluarga. “Padahal idealnya mereka bisa menunda dulu sampai kondisi kesehatan dan ekonomi lebih siap. Jika dipaksakan, itu berpotensi melahirkan generasi stunting,” katanya.

Ia menyebut angka stunting tahun 2025 di Banjarmasin masih berada di kisaran 26 persen. Karena itu, sosialisasi kepada generasi muda dinilai penting agar kasus serupa dapat ditekan sejak dini.

DPPKBPM Kota Banjarmasin terus melakukan monitoring dan edukasi ke masyarakat. Ke depan, mahasiswa diharapkan ikut terlibat aktif melalui organisasi kampus maupun kegiatan sosial di lapangan.

“Kami berharap mahasiswa yang sudah mendapatkan pembekalan ini bisa membuat kegiatan edukasi sendiri atau bekerja sama lagi dengan kami untuk sosialisasi di lingkungan kampus,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Uniska Banjarmasin, Meilya Farika Indah menegaskan pihak kampus mendukung penuh kolaborasi tersebut.

Menurutnya, edukasi mengenai kesehatan keluarga dan pencegahan stunting memang sejalan dengan program pembelajaran, serta pengabdian masyarakat yang dijalankan kampus.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena mahasiswa memang perlu dibekali pemahaman sejak dini terkait kesehatan keluarga dan pencegahan stunting,” ucapnya.

FKM Uniska juga telah menjalin kerja sama dan menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) bersama Dinas Kesehatan untuk mendukung program kesehatan masyarakat. Kerja sama itu nantinya dapat direalisasikan saat mahasiswa melaksanakan praktik lapangan di masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori di kampus, tetapi juga langsung terlibat memberikan edukasi kepada masyarakat,” katanya.

Ia mencontohkan, mahasiswa Uniska sebelumnya sudah menjalankan edukasi kesehatan masyarakat saat praktik lapangan di Kabupaten Barito Kuala (Batola). Kegiatan itu dinilai efektif melatih mahasiswa menjadi agen edukasi di tengah masyarakat.

Editor : Fauzan Ridhani
#Dinas Pengendalian Penduduk #Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat #DPPKBPM Banjarmasin #menekan stunting #Kampus