Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Waspada Anemia postpartum “ Bukanlah Sekadar Lelah Biasa”

Nurhidayat • Selasa, 5 Mei 2026 | 00:21 WIB
Hj. Zainab, S.SiT., M.Kes (Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin)
Hj. Zainab, S.SiT., M.Kes (Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin)

Kesehatan ibu nifas merupakan salah satu aspek penting dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu. Masa nifas (masa postpartum) adalah periode kritis yang dimulai sejak setelah persalinan hingga enam minggu berikutnya, dimana ibu mengalami berbagai perubahan fisiologis dan membutuhkan asupan gizi yang optimal untuk pemulihan. Salah satu masalah kesehatan yang sering dihadapi ibu nifas adalah anemia, yang sebagian besar disebabkan oleh defisiensi zat besi.

Adanya kehadiran buah hati dalam keluarga pada masa nifas sering dianggap sebagai fase "kebahagian". Akan tetapi, di balik kebahagian tersebut, banyak ibu nifas yang mengalami pusing,  wajah yang pucat dan kelelahan,. Akibat kurang tidur mengurus bayinya, sayangnya, hal ini sering dianggap ibu nifas atau ibu postpartum sebagai suatu hal yang normal. Padahal, hal ini mungkin merupakan sinyal tubuh yang menunjukkan anemia setelah melahirkan.

Ketika kadar hemoglobin (Hb) ibu turun di bawah normal setelah melahirkan, itu disebut anemia postpartum. Kehilangan darah saat persalinan adalah hal yang fisiologis, tetapi jika jumlahnya berlebihan atau jika cadangan zat besi ibu sudah rendah sejak masa kehamilan, anemia tidak dapat dihindari.

Ibu nifas yang mengalami anemia sering mengalami kehabisan energi total (fatigue), sesak napas saat beraktivitas ringan, dan kesulitan berkonsentrasi. Lelah akibat anemia sangat berbeda dari lelah karena kurang tidur.

Mengapa kita harus waspada? Ibu dengan anemia tidak hanya lemas, tetapi juga memiliki efek bola salju yang serius diantaranya, yaitu Ibu postpartum yang mengalami anemia akan mengalami gangguan produksi ASI(Air Susu Ibu) karena Ibu dengan anemia cenderung lebih rentan terhadap stres dan kelelahan, yang secara tidak langsung dapat menghambat produksi ASI tersebut. 

Studi penelitian menunjukkan bahwa kadar Hb yang rendah terkait dengan risiko depresi setelah melahirkan yang membuat ibu nifas tersebut menjadi lebih sensitif, lebih mudah menangis, dan sulit untuk membangunhubungan yang kuat dengan bayinya.

Sementara itu, penyembuhan luka jaringan, baik persalinan secara normal maupun melalui operasi caesar membutuhkan oksigen yang dibawa oleh darah. Jika Ibu nifas mengalami anemia akan mengalami kekurangan sel darah merah  yang membawa oksigen dari paru-paru keseluruh tubuh sehingga ibu tersebut akan mengalami hambatan dalam proses penyembuhan lukanya.
 
Untuk melakukan pencegahan dan mengatasi anemia pada ibu nifas sebenarnya sangat mudah dan bisa dilakukan dengan cara melanjutkan mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). 

Banyak ibu nifas yang tidak mengetahui bahwa Tablet Tambah Darah itu dikonsumsi bukan hanya pada saat hamil saja tapi harus dikonsumsi setelah melahirkan(masa nifas). Jadi jangan berhenti minum suplemen Tablet Tambah Darah segera setelah melahirkan. Disarankan untuk konsumsi TTD selama minimal 40 hari masa nifas.

Kemudian, bisa juga dengan mengkonsumsi yang dikenal dengan  istilah Nutrisi"Merah" di Piring yaitu dengan meningkatkan konsumsi protein hewani yang kaya zat besi heme (lebih mudah diserap tubuh), seperti ikan, telur, hati ayam dan daging merah, telur.

Selain itu juga bisa dengan mengkonsumsi Vitamin C. Hal ini dilakukan agar penyerapan zat besi yang terkandung dalam Tablet Tambah Darah akan maksimal, jangan lupa juga  konsumsilah buah-buahan kaya vitamin C seperti pepaya, mangga dan jeruk atau pepaya, dan hindarilah minum teh atau kopi saat waktu mengkonsumsi Tablet Tambah Darah tersebut karena dapat menghambat penyerapan zat besinya.

Menjadi seorang ibu nifas memang melelahkan, akan tetapi dengan kehadiran buah hati akan mengobati rasa lelah tersebut dengan adanya rasa kebahagian. Agar tetap dapat merasakan kebahagiaan tersebut hendaklah ibu nifas untuk dapat menjaga kesehatannya terutama jangan biarkan anemia menghampiri ibu nifas.

Dengan mengenali gejala anemia pada ibu nifas lebih dini dan memastikan asupan nutrisi yang tepat adalah investasi terbaik untuk kesehatan ibu dan masa depan buah hati. Ingatlah bahwa ibu yang sehat adalah merupakan kunci keluarga yang kuat.

Editor : Nurhidayat
#Postpartum #kesehatan #anemia