RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Menjelang keberangkatan menuju Tanah Suci, calon jemaah haji (Calhaj) asal Kota Banjarbaru yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BDJ-10 menjalani pemeriksaan kesehatan intensif. Sejumlah Calhaj yang didominasi kalangan lanjut usia (lansia) diminta mendatangi Puskesmas terdekat untuk mengecek kondisi fisik sebelum berangkat haji.
Kepala Bidang P2P Dinkes Banjarbaru dr. Siti Ningsih mengatakan, rata-rata Calhaj menderita penyakit bawaan seperti diabetes melitus dan hipertensi. “Namun mereka sudah rutin berobat dan memiliki jadwal kontrol masing-masing, baik ke puskesmas maupun dokter spesialis,” ujarnya, Minggu (3/5).
Selain pengecekan penyakit kronis, pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) juga menjadi perhatian serius. Dari hasil pemeriksaan terbaru, Dinkes memastikan tidak ada Calhaj yang memiliki kadar Hb di bawah 10 g/dL. Meski demikian, jemaah dengan kadar Hb di angka 10,6 hingga 10,9 tetap diberikan atensi khusus.
“Hasilnya tidak ada yang di bawah 10. Ada yang 10,6 dan 10,9, kami sarankan untuk rutin mengonsumsi tablet penambah darah agar saat keberangkatan nanti kondisi mereka benar-benar stabil,” ungkap Siti.
Tak hanya soal penyakit dalam, pihak puskesmas, sebut Siti juga telah melakukan pendataan terkait kebutuhan obat-obatan jemaah.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief