RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, RANTAU – Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin memperkuat kolaborasi dengan insan pers melalui kegiatan temu jurnalis dalam rangka memperingati Pekan Imunisasi Dunia, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan peran media dalam menyebarkan edukasi imunisasi kepada masyarakat secara luas dan tepat sasaran.
Kepala Dinas Kesehatan Tapin, Noor Ifansyah, menegaskan bahwa wartawan memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran publik terhadap pentingnya imunisasi.
“Media adalah ujung tombak edukasi. Informasi yang disampaikan harus akurat, mudah dipahami, dan dapat dipercaya,” ujarnya.
Menurutnya, pemberitaan berbasis data mampu membantu masyarakat memahami risiko penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi, seperti Polio, Campak, hingga Pertusis.
Selain itu, media juga diharapkan berperan aktif dalam menangkal hoaks dengan mengedepankan verifikasi informasi dari sumber resmi.
Ifansyah mengakui, masih ada sebagian masyarakat yang menolak imunisasi. Karena itu, pendekatan edukatif dinilai menjadi solusi utama.
“Penolakan harus diantisipasi dengan sosialisasi yang tepat. Imunisasi bukan sekadar suntikan, tetapi perlindungan jangka panjang bagi anak,” jelasnya.
Ia menekankan, keberhasilan program imunisasi tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan media.
“Sinergi pemerintah dan media adalah kunci. Tanpa itu, pesan kesehatan sulit menjangkau masyarakat luas,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Wartawan Tapin (Aswat), Abdillah, menyatakan komitmen insan pers untuk mendukung penuh program imunisasi di daerah.
“Kami siap berkolaborasi dan memastikan informasi yang disampaikan ke masyarakat akurat dan berimbang,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi terus meningkat, sekaligus menekan penyebaran informasi keliru yang berpotensi membahayakan kesehatan publik.
Editor : Eddy Hardiyanto