Sedikitnya tujuh akseptor tercatat mendapatkan pelayanan dalam kegiatan tersebut.
Bidan Ahli Muda Puskesmas S Parman, Sri Muliana SST mengatakan mayoritas peserta merupakan akseptor lama yang melakukan pergantian alat kontrasepsi. “Total ada tujuh akseptor yang kami layani. Enam orang melakukan bongkar pasang, yaitu melepas alat kontrasepsi lama dan langsung dipasangkan yang baru pada hari yang sama, satu akseptor baru,” ujarnya, disela kegiatan, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, jenis implan yang digunakan saat ini merupakan teknologi terbaru yang lebih praktis, namun tetap efektif. “Implan yang dipasang satu batang dengan masa efektif hingga tiga tahun,” jelasnya.
Sri Muliana menambahkan kehadiran layanan KB dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya perencanaan keluarga.
“Harapannya, masyarakat lebih mudah mengakses layanan KB dan semakin banyak yang ikut program ini,” pungkas Muliana.
Editor : Fauzan Ridhani