HSU Satukan Langkah Lewat Musrenbang Tematik, Bupati Instruksikan Penanganan Stunting Harus Terintegrasi dan Tepat Sasaran

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Kamis, 16 April 2026 | 14:53 WIB
HADIR:Bupati dan Wakil Bupati HSU, H Sahrujani dan Hero Setiawan menghadiri dan membuka Musrenbang Tematik Stunting tingkat Kabupaten HSU di Aula KH Idham Chalid, Kamis (16/4/2026).(Foto: Pemkab HSU)
HADIR:Bupati dan Wakil Bupati HSU, H Sahrujani dan Hero Setiawan menghadiri dan membuka Musrenbang Tematik Stunting tingkat Kabupaten HSU di Aula KH Idham Chalid, Kamis (16/4/2026).(Foto: Pemkab HSU)

AMUNTAI - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (Pemkab HSU) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting tingkat kabupaten di Aula KH Idham Chalid, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten HSU, H Sahrujani dan HSU Hero Setiawan, bersama kepala SKPD terkait, Camat se-HSU, Ketua APDESI Kecamatan se-HSU, Kepala Puskesmas, serta pengelola gizi se-Kabupaten HSU.

Dalam sambutannya, H Sahrujani menegaskan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu lama, khususnya pada periode 1.000 hari pertama kehidupan, yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Naik, Agen Travel Hitung Ulang Biaya Umrah

Kondisi tersebut ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih rendah dibandingkan standar usianya. “Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, tetapi menjadi indikator penting kualitas sumber daya manusia di masa depan. Dampaknya sangat luas, mulai dari menurunnya kemampuan kognitif, produktivitas, hingga daya saing generasi kita,” ujarnya.

Ia menjelaskan penyebab stunting bersifat multidimensional. Mulai dari kurangnya asupan gizi, pola asuh yang belum optimal, keterbatasan akses layanan kesehatan, sanitasi yang kurang memadai, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga.

Karena itu, penanganannya tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja. “Penanganan stunting harus menjadi prioritas bersama, dilakukan secara terintegrasi dan berbasis data yang akurat. Dibutuhkan sinergi lintas sektor yang melibatkan Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Baca Juga: Dikeluhkan Ortu karena Biaya Masuk Disebut Capai Rp6 Juta, Ini Kata Kepala MAN 2 Banjarmasin

Bupati juga menekankan, pra-Musrenbang tematik stunting memiliki peran strategis sebagai forum untuk mengidentifikasi permasalahan dan akar penyebab stunting secara lebih mendalam.

Selain itu, forum ini juga bertujuan menyelaraskan program lintas sektor serta memastikan intervensi yang direncanakan tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen dalam percepatan penurunan stunting.

Baca Juga: Cornelius Stewart Bintang Kemenangan Laskar Antasari, Barito Mania: Semoga Konsisten hingga Akhir Musim

Upaya itu dilakukan melalui optimalisasi pemanfaatan data sebagai dasar perencanaan, mendorong inovasi program yang adaptif terhadap kondisi lokal, serta memastikan intervensi menyentuh kelompok prioritas, terutama ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting.

Editor : Fauzan Ridhani
musrenbang Amuntai Pemkab HSU Kabupaten Hulu Sungai Utara Stunting