Cegah Stunting dan Anemia Sejak Dini, Dinkes PPKB HSS Edukasi Pelajar Lewat Budaya Hidup Sehat

M Padil Ihsan • Dipublikasikan Senin, 13 April 2026 | 13:57 WIB
AKSI BERGIZI: Dinkes PPKB HSS gelar Gerakan Aksi Bergizi cegah stunting dan anemia.
AKSI BERGIZI: Dinkes PPKB HSS gelar Gerakan Aksi Bergizi cegah stunting dan anemia.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANDANGAN - Upaya menekan angka stunting dan anemia terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Salah satunya melalui kegiatan Gerakan Aksi Bergizi yang digelar Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB), Senin (13/4/2026), di SMK Negeri 2 Kandangan.

Sekitar 80 siswa terlibat dalam kegiatan yang menyasar remaja putri sebagai generasi calon ibu masa depan.

Plh Kepala SMKN 2 Kandangan, Hj Mernawati, mengaku bangga sekolahnya dipercaya menjadi tuan rumah.

“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah di bidang kesehatan,” ujarnya.

Gerakan Aksi Bergizi sendiri merupakan program strategis nasional dari Kementerian Kesehatan RI yang fokus pada pencegahan stunting dan anemia sejak usia remaja.

Plt Kepala Dinkes PPKB HSS, Hanti Wahyuningsih, menegaskan kegiatan ini menjadi langkah konkret menekan risiko kesehatan sejak dini.

“Kegiatan ini sebagai upaya menekan angka stunting dan anemia,” katanya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama, dilanjutkan makan menu bergizi, serta minum tablet tambah darah secara serentak. Langkah ini sekaligus menjadi edukasi praktis bagi siswa untuk membiasakan pola hidup sehat.

Hanti mengungkapkan data yang cukup mengkhawatirkan. Pada 2025, tercatat 6 ibu hamil meninggal akibat anemia yang memicu pendarahan saat persalinan, sementara stunting berkontribusi terhadap 42 kematian anak.

Karena itu, edukasi sejak remaja dinilai krusial.

“Kesehatan remaja adalah investasi, khususnya remaja putri yang kelak akan menjadi ibu,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan pentingnya kebiasaan hidup sehat, mulai dari sarapan bergizi, rutin beraktivitas fisik, hingga konsumsi tablet tambah darah.

Melalui Gerakan Aksi Bergizi, para siswa diharapkan tidak hanya memahami pentingnya kesehatan, tetapi juga menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Sinergi antara pemerintah dan sekolah pun terus diperkuat demi menciptakan generasi muda Hulu Sungai Selatan yang sehat, produktif, dan bebas dari stunting.

Editor : Eddy Hardiyanto
Stunting anemia Dinkes PPKB HSS