BANJARBARU - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (Pemkab HSU) tancap gas menekan angka stunting. Salah satunya lewat peningkatan kapasitas penyuluh Keluarga Berencana (KB) di lapangan.
Upaya itu dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) pelatihan dan peningkatan kompetensi Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dalam konvergensi percepatan penurunan stunting.
Kegiatan ini digelar di Banjarbaru bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Jumat (27/3/2026).
Wakil Bupati (Wabup) HSU, Hero Setiawan hadir sebagai narasumber, sekaligus menutup kegiatan. Turut mendampingi, jajaran kampus, serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB HSU, dr Lily.
Dalam sambutannya, Hero menegaskan peran penyuluh sangat krusial dalam membentuk kualitas sumber daya manusia, terutama dalam menekan angka stunting di masyarakat.
“Peran penyuluh ini sangat strategis. Kecerdasan masyarakat ada di tangan kawan-kawan penyuluh,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kondisi stunting di HSU mulai menunjukkan tren positif. Bahkan, menurutnya, terjadi penurunan hingga 12 persen.
“Alhamdulillah, angka stunting kita sudah mulai membaik dengan perubahan mencapai 12 persen,” katanya.
Hero menambahkan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas sektor, termasuk peran aktif petugas lapangan yang terus mengedukasi masyarakat soal pola asuh, gizi, dan kesehatan keluarga.
Melalui bimtek ini, para penyuluh diharapkan makin siap mengimplementasikan program percepatan penurunan stunting secara terintegrasi di lapangan.
Pemkab HSU pun optimistis target penurunan stunting dapat tercapai, seiring penguatan kapasitas SDM dan sinergi dengan berbagai pihak.
Editor : Fauzan Ridhani