Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Terapkan Strategi Jemput Bola, PMI Banjarmasin Pastikan Stok Darah Tetap Aman di Bulan Ramadan

Endang Syarifuddin • Sabtu, 28 Februari 2026 | 11:42 WIB

AMAN:Strategi donor darah mobile unit dan penyesuaian jam layanan, membuat stok darah PMI Banjarmasin tetap stabil, meski permintaan rumah sakit tergolong tinggi.
AMAN:Strategi donor darah mobile unit dan penyesuaian jam layanan, membuat stok darah PMI Banjarmasin tetap stabil, meski permintaan rumah sakit tergolong tinggi.

BANJARMASIN – Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Kota Banjarmasin memastikan ketersediaan stok darah selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dalam kondisi aman.

Unit mobil masif menggelar kegiatan donor darah di berbagai instansi, serta pengaturan jam kerja petugas yang menyesuaikan pola masyarakat selama puasa.

Kepala UDD PMI Kota Banjarmasin, Aulia Ramadhan Supit mengatakan strategi jemput bola terbukti efektif menjaga ketahanan stok darah.

“Satu instansi bisa menyumbang hingga 100 kantong darah. Berkat mobile unit ini, selama beberapa hari Ramadan stok kami sangat stabil,” ujarnya kepada wartawan Sabtu (28/2/2026).

Saat ini, stok darah PMI Banjarmasin berada di kisaran 300 kantong. Namun, angka tersebut, kata Rama—sapaannya—biasanya hanya bertahan dua hari karena tingginya permintaan dari Rumah Sakit di Banjarmasin dan sekitarnya.

Karena itu, untuk menjaga minat masyarakat tetap mendonorkan darahnya di bulan puasa, PMI Banjarmasin menyiapkan apresiasi khusus bagi para pendonor. “Setiap pendonor selama Ramadan kami berikan paket snack dan sembako,” jelasnya.

Selain mobile unit ke instansi, kegiatan donor darah juga menggandeng komunitas lintas agama. Donor aktif dilakukan bersama persatuan Gereja, serta di sejumlah Masjid besar. Seperti Masjid Muhajirin, Masjid Al Jihad, dan agenda rutin di Masjid Raya Sabilal Muhtadin.

Dari sisi operasional, PMI mencatat adanya pergeseran waktu donor. Meski kantor pusat di Jalan S Parman tetap buka 24 jam, jumlah pendonor pada pagi hingga siang hari nyaris nol.

“Petugas kami perbanyak di malam hari. Biasanya setelah salat Tarawih banyak masyarakat datang berdonor. Menjelang sore hingga malam menjadi waktu puncak,” beber dia.

Meski stok darah umum relatif aman, PMI Banjarmasin tetap waspada terhadap permintaan trombosit, terutama di tengah musim hujan yang rawan memicu kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Trombosit hanya bertahan empat hari, jadi tidak bisa disimpan banyak. Kami siapkan secukupnya dan terus memantau permintaan agar tidak terbuang sia-sia,” pungkas Rama.

Editor : Fauzan Ridhani
#bulan suci ramadan #banjarmasin #Unit Donor Darah #palang merah indonesia (pmi) #strategi jemput bola