BANJARMASIN – Program vaksin Demam Berdarah Dengue (DBD) untuk siswa sekolah di Kota Banjarmasin ke depan akan sepenuhnya dibiayai melalui APBD.
Saat ini, pelaksanaan vaksinasi masih berada pada tahap uji coba dengan dukungan APBN. Setelah program resmi dilimpahkan, pembiayaan akan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Bandiyah Ma’rifah menyatakan pengalihan anggaran tersebut sudah menjadi bagian dari rencana ke depan. “Ke depan pengadaannya tidak melewati APBN lagi, tapi diserahkan ke APBD. Ini akan jadi fokus pemerintah daerah,” ujarnya, Jumat (13/2).
Menurut Bandiyah, pola pendanaan semacam ini pernah diterapkan pada program vaksin lainnya, seperti vaksin HPV, yang awalnya dibiayai pemerintah pusat sebelum dilanjutkan oleh daerah. Pada tahap uji coba, pemerintah pusat menyiapkan 7.500 dosis vaksin DBD. Ribuan dosis tersebut mulai disalurkan kepada siswa sekolah dasar di Banjarmasin.
Sejauh ini, pelaksanaan vaksinasi telah tuntas di tiga sekolah, yakni SDN Kuripan 1, SDN Kebun Bunga 1, dan SDN Kebun Bunga 4.
Sebelum penyuntikan, seluruh siswa wajib menjalani skrining kesehatan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi anak memenuhi syarat menerima vaksin. “Jadi kita periksa dulu hasilnya, apakah bisa lanjut vaksin atau tidak. Kalau yang sudah pernah kena DBD, biasanya sudah terbentuk imun dan antibodi,” jelasnya.
Kebutuhan vaksin DBD yang akan dianggarkan melalui APBD belum dirinci secara detail. Dinas Kesehatan masih menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat sebagai dasar perencanaan. “Masih menunggu, dan akan kita sesuaikan dengan pusat nanti,” tutup Bandiyah.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief