BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan masih menghadapi keterbatasan jumlah dokter spesialis. Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel terus mendorong penambahan tenaga spesialis sekaligus peningkatan sarana dan prasarana layanan kesehatan.
Kepala Dinkes Kalsel, dr. Diauddin mengatakan, kebutuhan dokter spesialis tidak hanya terjadi di daerah, tetapi juga menjadi persoalan nasional.
“Dokter spesialis ini bukan hanya kita, tapi seluruh Indonesia memang masih membutuhkan tambahan,” ujarnya, Sabtu (14/2)
Menurut dia, pemerintah pusat saat ini tengah membuka lebih banyak peluang pendidikan dokter spesialis, termasuk melalui skema pendidikan berbasis rumah sakit (hospital based) yang diharapkan memudahkan tenaga kesehatan melanjutkan pendidikan.
“Kami harapkan ke depan semakin banyak sekolah spesialis dibuka. Pemerintah juga membuka sistem hospital based untuk memudahkan pendidikan spesialis,” jelasnya.
Diauddin optimistis, langkah tersebut secara bertahap akan memenuhi kebutuhan dokter spesialis di daerah. Dengan semakin lengkapnya layanan, masyarakat diharapkan tidak perlu lagi berobat ke luar daerah.
“Semakin banyak jenis spesialis, semakin nyaman masyarakat mendapatkan layanan tanpa harus ke luar pulau atau bahkan ke luar negeri,” katanya.
Ia menambahkan, Gubernur Kalimantan Selatan memberikan perhatian serius agar layanan kesehatan di daerah semakin mandiri.
“Harapannya masyarakat tidak perlu jauh-jauh berobat ke luar Jawa atau luar Kalsel. Cukup di Kalsel saja,” tegasnya.
Selain penambahan tenaga medis, Dinkes Kalsel juga terus melengkapi peralatan kesehatan di rumah sakit. “Bukan hanya spesialisnya, tetapi juga peralatan-peralatannya terus kita lengkapi,” jelasnya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief