BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru mengerahkan seluruh penyuluh keluarga berencana (KB) untuk aktif menyasar wilayah prioritas dalam rangka Pelayanan KB Serentak pada 9–15 Februari 2026.
Kegiatan tingkat kota dipusatkan di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Banjarbaru, Rabu (11/2).
Sekitar 50 warga tercatat memanfaatkan layanan, sementara pelayanan juga digelar di sejumlah fasilitas kesehatan sejak 9 Februari.
Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada DP3APMP2KB Banjarbaru, H. Akhmad Rifai, menegaskan seluruh penyuluh diminta bergerak aktif melakukan pendekatan langsung kepada pasangan usia subur yang belum menggunakan alat kontrasepsi.
“Kami memastikan penyuluh turun langsung ke wilayah prioritas. Pendekatan aktif ini penting untuk menjangkau pasangan yang masih masuk kategori unmet need,” ujarnya.
Menurut Rifai, strategi pelayanan difokuskan pada Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD dan implan karena dinilai lebih efektif dalam membantu pasangan merencanakan kehamilan.
Selain pelayanan di lapangan, seluruh capaian diwajibkan tercatat dalam aplikasi Sistem Informasi Keluarga (SIGA) paling lambat 20 Februari 2026 sebagai bentuk akuntabilitas dan bahan evaluasi program.
Kegiatan ini melibatkan seluruh penyuluh KB se-Kota Banjarbaru dan perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, serta menjadi bagian dari program nasional yang menyasar 307 kabupaten/kota prioritas.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief