BANJARMASIN – Kabar baik bagi pasien gagal ginjal di Kota Banjarmasin. Layanan hemodialisis atau cuci darah untuk peserta BPJS Kesehatan kini resmi dibuka di RSUD Sultan Suriansyah.
Sebelumnya, layanan cuci darah di rumah sakit milik Pemko Banjarmasin ini hanya melayani pasien umum. Namun mulai awal Februari 2026, layanan tersebut kini dapat diakses oleh pasien BPJS.
Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Penunjang Medis RSUD Sultan Suriansyah, dr Husna menyebut layanan ini sudah mulai beroperasi. “Sekarang sudah ada pasiennnya. Jadi kini kami bisa melayani pasien umum dan BPJS,” ujarnya, Rabu (11/2).
Saat ini, layanan hemodialisis mampu melayani empat pasien per hari. Meski demikian, izin dari BPJS Kesehatan memungkinkan pelayanan hingga dua shift atau maksimal delapan tindakan per hari. Menurut Husna, tahap awal operasional masih dalam masa pemantauan sesuai regulasi Kementerian Kesehatan. “Kita sambil monitor untuk melakukan perkembangan agar peningkatan yang dilakukan tetap sesuai prosedur,” jelasnya.
Ke depan, ruang hemodialisis ditargetkan mampu menampung hingga 20 bed dengan kapasitas layanan 40 tindakan per hari dalam dua shift, pagi dan sore. Peningkatan kapasitas akan dilakukan secara bertahap seiring bertambahnya jumlah pasien.
Direktur RSUD Sultan Suriansyah, Fajar Sukma Nan Agung mengatakan layanan ini memperluas akses kesehatan bagi warga Kota Banjarmasin. Ia memperkirakan, keberadaan layanan ini akan menarik pasien dari rumah sakit lain, terutama bagi warga yang lebih dekat dengan lokasi RSUD Sultan Suriansyah.
Namun, pasien lama yang ingin pindah layanan tetap diwajibkan mengurus administrasi dan dokumen medis. “Tentu kita ingin memberikan pelayanan efisien dan nyaman. Tapi untuk yang ingin pindah bisa selesaikan surat pemindahannya, karena ada data riwayat yang akan diperlukan di sini,” katanya.
Salah satu keluarga pasien, Andre mengaku sangat terbantu dengan dibukanya layanan ini. Warga Banjarmasin Tengah ini mengatakan ibunya, Nor Hayati, baru pertama kali menjalani cuci darah, dan langsung mendapatkan layanan melalui BPJS. “Memang dirawat inap di sini, dan tidak menyangka akan cuci darah. Beruntungnya sudah ada hemodialisis yang mengakomodir pasien BPJS,” pungkasnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief