Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dinkes Banjarbaru: Belum Ada Kasus Virus Nipah! Warga Diminta Tetap Tenang dan Waspada

Sheilla Farazela • Minggu, 8 Februari 2026 | 12:04 WIB
ILUSTRASI: Virus Nipah dari gigitan kelelawar di buah.
ILUSTRASI: Virus Nipah dari gigitan kelelawar di buah.

BANJARBARU — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru memastikan hingga kini belum ditemukan kasus Virus Nipah di wilayahnya.

Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada, tanpa perlu panik menghadapi berbagai informasi yang beredar.

Kepala Dinkes Banjarbaru, dr. Juhai Triyanti Agustina mengatakan Virus Nipah dapat menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi hewan pembawa virus, terutama kelelawar.

“Penularan bisa terjadi dari bahan makanan seperti nira atau buah yang telah tercemar. Misalnya buah yang tergigit kelelawar,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).

Ia menjelaskan, risiko penularan meningkat apabila makanan atau minuman yang terkontaminasi tersebut dikonsumsi tanpa proses pengolahan yang higienis.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menghindari kontak langsung dengan hewan ternak seperti babi dan kuda yang berpotensi terinfeksi.

Jika kontak tidak dapat dihindari, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sangat dianjurkan.

Menurut dr Juhai, tidak semua orang yang terpapar Virus Nipah akan jatuh sakit.

Hal tersebut sangat bergantung pada daya tahan tubuh masing-masing individu.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Banjarbaru mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi nira atau air aren secara langsung dari pohon.

“Sadapan nira sebaiknya dimasak terlebih dahulu karena berpotensi terkontaminasi kelelawar pada malam hari,” jelasnya.

Masyarakat juga diminta mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi serta membuang buah yang terdapat bekas gigitan hewan.

Daging ternak harus dipastikan matang sempurna dan tidak berasal dari hewan yang sakit.

Selain itu, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi kunci pencegahan, seperti rutin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, memakai masker saat sakit, serta menerapkan etika batuk.

Jika mengalami gejala sakit, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Setiap dugaan kasus diharapkan dilaporkan dalam waktu kurang dari 24 jam untuk dipantau melalui sistem surveilans Kementerian Kesehatan.

“Kami berharap masyarakat tetap menjaga kesehatan dan kewaspadaan agar terhindar dari penularan Virus Nipah,” pungkasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Dinkes Banjarbaru #virus nipah #waspada