BANJARMASIN – Layanan dialisis atau cuci darah di RSUD Sultan Suriansyah masih belum optimal dimanfaatkan. Sejak diresmikan Wali Kota Banjarmasin pada 12 Desember 2025 lalu, layanan tersebut terpantau masih sepi pasien.
Direktur RSUD Sultan Suriansyah, dr Muhammad Syaukani mengungkapkan hingga kini layanan cuci darah baru melayani pasien umum. Sementara untuk pasien peserta BPJS Kesehatan masih dalam tahap pengurusan administrasi kerja sama. “Kita sudah tanda tangan kerja sama dengan BPJS. Targetnya akhir Januari atau awal Februari ini, bisa melayani peserta BPJS,” ujarnya, Jumat (23/1).
Syaukani memastikan, seluruh persyaratan layanan telah terpenuhi dan diverifikasi. Mulai dari standar ruangan, kelengkapan sarana dan prasarana, hingga peninjauan langsung oleh tim BPJS. Selain itu, layanan dialisis juga telah mengantongi izin operasional dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Saat ini, satu lantai penuh di RSUD Sultan Suriansyah dikhususkan untuk layanan cuci darah. Ruangan tersebut memiliki kapasitas 20 bed dengan kemampuan tindakan hingga 40 kali per hari. “Karena satu kali cuci darah sekitar 4-5 jam dengan total 20 bed dalam dua shif beroperasi,” tuturnya.
Meski pada tahap awal baru tersedia empat bed yang diizinkan beroperasi oleh BPJS, pihak rumah sakit optimistis kapasitas pelayanan akan meningkat seiring bertambahnya jumlah pasien.
Letakkan APM
Untuk mendukung layanan di berbagai poliklinik, RSUD Sultan Suriansyah juga menempatkan lima unit Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) sejak awal Januari 2026. APM tersebut dilengkapi teknologi biometrik wajah dan sidik jari untuk memastikan keakuratan data pasien. Petugas juga disiagakan untuk membantu pasien yang mengalami kendala saat pendaftaran.
Layanan ini dinilai efektif memangkas waktu antrean dan mempermudah pasien rawat jalan, khususnya peserta BPJS yang telah terhubung dengan aplikasi Mobile JKN. “Jika belum pernah sama sekali masuk lewat loket dulu, selanjutnya dapat langsung menggunakan APM karena data pasien sudah terekam,” jelas Syaukani.
Realisasi Keuangan dan Efisiensi
Dari sisi pengelolaan keuangan, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) RSUD Sultan Suriansyah pada 2025 mencapai 93 persen. Angka tersebut meningkat 23 persen dibandingkan tahun 2024.
Pada 2026, pihak rumah sakit menargetkan PAD sebesar Rp105 miliar. Sementara itu, realisasi belanja tahun 2025 mencapai 91 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp88 miliar.
Syaukani juga mengakui adanya efisiensi anggaran cukup besar pada 2026. Namun ia menegaskan, efisiensi tersebut hanya menyasar kegiatan nonpelayanan, dan tidak akan mengganggu layanan kepada masyarakat. “Perjalanan dinas, konsumsi rapat, seremonial, efisiensi ini lebih ke non-pelayanan. Tidak memengaruhi pelayanan. Kita utamakan masyarakat,” tegas Syaukani.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief