Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

DBD Merebak di Banjarbaru, Penderita Didominasi Anak-Anak

Sheilla Farazela • Jumat, 9 Januari 2026 | 08:12 WIB
FOGGING: Lingkungan Mapolres Banjarbaru dilakukan pengasapan untuk membasmi nyamuk pembawa virus DBD di lingkungan kerja.
FOGGING: Lingkungan Mapolres Banjarbaru dilakukan pengasapan untuk membasmi nyamuk pembawa virus DBD di lingkungan kerja.

BANJARBARU – Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru mencatat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada 2025 masih tinggi, meski jumlahnya lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data pemantauan, total kasus DBD tahun 2025 tercatat 70 kasus, sedangkan pada 2024 mencapai 435 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjarbaru, Siti Ningsih mengatakan, meskipun tren kasus menurun, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, terutama pada kelompok usia rentan.

“Berdasarkan data kami, kasus DBD tahun 2025 paling banyak menyerang kelompok usia 5 hingga 14 tahun, disusul usia produktif 15 hingga 44 tahun,” ujar Siti Ningsih, Kamis (8/1).

Ia menjelaskan, dominasi kasus pada anak usia sekolah mengindikasikan masih adanya potensi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti di lingkungan permukiman dan sekitar fasilitas pendidikan.

Secara bulanan, kasus DBD di Banjarbaru pada 2025 tercatat berada di bawah 10 kasus setiap bulan. Namun, pada awal 2024 sempat terjadi lonjakan signifikan, terutama pada Januari dan Februari yang masing-masing mencatat 178 dan 151 kasus. "Untuk 2026 di Januari ini belum ada laporan," ungkapnya

“Meski saat ini angkanya relatif terkendali, kondisi cuaca dan musim hujan tetap berpotensi meningkatkan kasus DBD apabila masyarakat lengah,” tambahnya.

Siti Ningsih mengimbau masyarakat untuk secara rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas, serta mencegah gigitan nyamuk.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#Anak #demam berdarah #banjarbaru #DBD