Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah mencatat 11 pasien DBD telah dirawat hingga pertengahan Desember 2025.
Direktur Utama RSUD Sultan Suriansyah, Muhammad Syaukani, mengatakan jumlah tersebut tergolong cukup tinggi mengingat Desember belum berjalan penuh.
Baca Juga: Selama Dua Pekan, Operasi Zebra Intan 2025 Catat 24 Ribu Pelanggaran
Ia menyebut tren kasus DBD dalam beberapa bulan terakhir cenderung fluktuatif.
“Kalau Oktober itu ada 18 pasien. Kemudian sempat turun di November ada 12 pasien. Namun di Desember ini belum sebulan penuh sudah ada 11 pasien yang kita tangani,” ujarnya, Minggu (14/12).
Syaukani menjelaskan, pasien DBD yang dirawat berasal dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa.
Baca Juga: Pria di Banjarmasin Ditangkap Bawa Sabu 1,71 Gram di Celana
Meski demikian, seluruh pasien dapat ditangani dengan baik dan tidak ada kasus kematian.
“Selama ini tidak ada pasien yang sampai meninggal karena memang datang dan ditangani lebih awal,” jelasnya.
Ia menegaskan, DBD merupakan penyakit yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.
Baca Juga: Debit Air Naik, Dua Titik di Balangan Berstatus Siaga Banjir
Keterlambatan membawa pasien ke fasilitas kesehatan dapat meningkatkan risiko, terutama jika kondisi sudah memasuki fase syok.
“Prinsipnya DBD ini harus segera ditangani. Jangan sampai terlambat karena kalau sudah parah, tentu penanganan akan lebih sulit,” terangnya.
Karena itu, masyarakat diimbau agar tidak mengabaikan gejala demam tinggi. Jika demam berlangsung lebih dari tiga hari dan tidak kunjung turun, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.
Baca Juga: Petani Martapura Dibunuh Adik Sendiri, Dipicu Sengketa Warisan
DBD merupakan penyakit infeksi akibat virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina. Penyakit ini dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
“Kalau demam lebih dari tiga hari wajib melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan. Semakin cepat ditangani, maka angka kesembuhannya akan lebih baik,” pungkas Syaukani. (*)
Editor : M. Ramli Arisno