PARINGIN - Doa ratusan warga Bumi Sanggam yang bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan penglihatan akhirnya terkabulkan.
Sebanyak 153 warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Balangan bisa menjalani operasi katarak gratis di RSUD Datu Kandang Haji, Rabu (12/11).
Operasi katarak gratis itu program Satu Cahaya Berjuta Cerita milik PT Adaro Indonesia dan PT Saptaindra Sejati (SIS) yang digelar Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN).
Ini bukan bantuan medis biasa. Ini solusi atas persoalan yang selama ini menahan ruang gerak warga. Banyak di antara pasien yang kondisi matanya sudah menurun selama bertahun-tahun. Selama ini mereka pasrah karena terhalang biaya operasi dan terkendala akses layanan kesehatan.
Abdul Wahid, warga Desa Sirap, Kecamatan Juai, menjadi satu contoh. Sejak 2011, penglihatan Wahid terus memburuk hingga ia tak berani lagi berkendara pada malam hari.
Kadang Wahid harus memaksakan diri ke kebun agar bisa tetap mencari nafkah. Sebagai buruh serabutan, Wahid tidak berani memeriksakan kondisi matanya ke klinik.
"Kalau operasi sendiri, biayanya saya tak mampu. Alhamdulillah, ada program operasi katarak gratis begini," ucap Wahid.
Usai menjalani operasi, Wahid terharu karena dapat melihat kembali. Setelah sekian lama hanya meraba bentuk dan bayangan.
Warga lain, Marnah, datang dengan harapan ingin kembali melihat jelas agar bisa menjalani aktivitas sehari-hari tanpa bergantung pada bantuan orang lain.
Marnah mengaku masalah penglihatan ini membatasi perannya di rumah. Ia berharap operasi katarak ini akan mengembalikan kejernihan pandangannya.
"Saya ingin bisa melihat jelas lagi. Mudah-mudahan setelah operasi bisa pulih," ucap Marnah.
Kisah-kisah seperti milik Wahid dan Marnah inilah yang menjadi latar belakang lahirnya Satu Cahaya Berjuta Cerita. Dan, program ini menjadi relevan karena di Balangan masih banyak warga yang membutuhkan layanan kesehatan mata yang terjangkau dan mudah diakses.
Perwakilan PT SIS, Toni Sunardi menegaskan pelaksanaan operasi ini tidak berdiri sendiri. Ini bagian dari upaya berkelanjutan Adaro Group untuk memulihkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di sekitar area operasional perusahaan.
"Setiap mata yang pulih berarti seseorang bisa kembali produktif, kembali mandiri. Itulah yang kami tekankan melalui program ini," ujar Toni.
Pemerintah Kabupaten Balangan juga menilai program ini menjawab kesenjangan pelayanan kesehatan mata yang masih dirasakan masyarakat.
"Kami berterima kasih kepada Adaro, SIS, YABN, dan tim medis yang memberikan layanan yang sangat dibutuhkan warga. Ini membawa manfaat langsung, terutama bagi masyarakat yang kesulitan menjangkau operasi katarak," ungkap Penjabat Sekretaris Daerah Balangan, Sufriyannor.
CSR Department Head PT Adaro Indonesia, Iwan Ridwan menjelaskan operasi di Balangan menjadi bagian dari target penanganan 480 mata di enam kabupaten pada program tahun 2025 ini. Sejak dijalankan pada 2003, sekitar 7.000 mata lebih telah ditangani.
"Komitmen kami tetap sama, yaitu memperluas akses layanan kesehatan agar masyarakat bisa kembali menjalani hidup dengan lebih baik," kata Ridwan.
Program operasi katarak gratis ini membuat warga Balangan yang selama ini hidup dalam keremangan dan kekaburan penglihatan, bisa kembali hidup normal.
Itu bukan perubahan kecil. Dampaknya besar, mereka bisa kembali bekerja, mengurus keluarga, lepas dari ketergantungan pada bantuan orang lain, dan bisa menjalani hari tanpa rasa takut.
Satu Cahaya Berjuta Cerita kembali menegaskan kepedulian Adaro terhadap kesehatan masyarakat. (mud)
Editor : Muhammad Syarafuddin