BANJARMASIN - Kondisi pelayanan kesehatan di rumah sakit daerah disorot Gubernur Kalsel, Muhidin, saat membuka Musyawarah Perencanaan dan Evaluasi Kesehatan Daerah Provinsi Kalsel, di Rattan Inn Hotel Banjarmasin, Selasa (11/11).
Muhidin mengeluarkan peringatan keras kepada dokter yang dinilai tidak memberikan pelayanan maksimal terhadap pasien. “Kalau tidak melayani maksimal dan ada laporan masyarakat, izin prakteknya akan dicabut. Saya tidak main-main,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kelengkapan fasilitas dan ketersediaan alat medis yang sesuai standar. Hal ini menyusul laporan adanya peralatan operasi di salah satu rumah sakit daerah yang tidak layak digunakan.
“Percuma kalau tenaga medis bagus, tapi peralatannya minim. Peralatan sesuai standar itu mutlak,” kata Muhidin.
Dia meminta bupati dan wali kota segera memastikan rumah sakit di wilayah masing-masing benar-benar memiliki sarana memadai. Ia juga mewanti agar tidak ada praktik “nakal” berupa pengadaan alat yang hanya muncul di anggaran, namun tidak pernah tersedia di lapangan.
“Bisa saja tiap tahun dianggarkan, tapi alatnya tidak ada atau hanya dipinjam. Jangan sampai ini terjadi,” tekannya.
Maka dia pun memerintahkan Dinas Kesehatan bersama Tenaga Ahli Gubernur (TAG) untuk meninjau langsung rumah sakit daerah, termasuk RSUD Ulin Banjarmasin. Peninjauan ini terkait dugaan terbatasnya tindakan operasi akibat minimnya tenaga medis.
“Kalau tenaga medis disekolahkan pemerintah, kegiatan operasi harus sesuai SOP. Jangan hanya satu atau dua pasien yang dioperasi, sementara lainnya dirujuk. Itu tidak benar,” imbuhnya.
Ditekankannya, pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti di kota besar. Kepala daerah diminta memastikan akses hingga pelosok, sejalan dengan arah perencanaan tahun 2026 yang akan memperkuat alokasi anggaran kesehatan.
Selain itu, ia menegaskan setiap rumah sakit daerah harus memiliki kemampuan operasi dasar sebelum merujuk pasien ke RSUD Ulin. “Minimal bisa melakukan operasi pertolongan pertama,” katanya.
Ia menyinggung keluhan masyarakat terkait ruangan pascaoperasi yang tidak stabil hingga memicu infeksi. Menurutnya, hal semacam itu tidak boleh lagi terjadi.
Selain soal pelayanan rumah sakit, Muhidin mengingatkan seluruh kabupaten/kota agar tetap waspada terhadap stunting. Meski angka kasus menurun, ancaman tetap ada karena setiap tahun selalu ada ibu hamil dan melahirkan. “Jangan lengah. Saya minta Dinas Kesehatan menganggarkan penanganan stunting ini,” tandasnya.
Editor : Arief