Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Amparan Tatak Hingga Ketupat Kandangan Berisiko Tinggi Picu Diabetes, Ini Kata Dokter

Sheilla Farazela • Jumat, 7 November 2025 | 16:37 WIB

Ketupat Kandangan
Ketupat Kandangan
BANJARBARU – Pola makan masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) yang masih tinggi konsumsi gula dan santan dinilai menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya kasus penyakit metabolik di daerah.

Hal itu diungkapkan Dokter umum RS Syifa Medika dr Puga Wangi, Jumat (7/11). Menurutnya, kebiasaan konsumsi makanan manis dan bersantan sudah mengakar kuat dalam budaya kuliner masyarakat Kalsel.

"Varian wadai seperti bingka, amparan tatak, sari muka hingga lauk seperti masak habang umumnya bercitarasa manis. Belum lagi makanan bersantan seperti ketupat kandangan, nasi kuning, dan gangan paliat yang menggunakan santan kental," ujarnya.

Baca Juga: Listrik Cuma 13 Jam Sehari, Warga Pulau Kerayaan Kotabaru Terpaksa Pakai Genset Habiskan Rp 4,5 Juta

Selain pola makan, kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat juga masih tergolong rendah. dr Puga menyebut konsumsi makanan tinggi gula, makanan kemasan, dan makanan cepat saji masih mendominasi.

Dokter Umum RS Syifa Medika, Dr Puga Wangi
Dokter Umum RS Syifa Medika, Dr Puga Wangi

"Kondisi itu turut berkontribusi terhadap angka stunting dan malnutrisi kronis yang masih ditemukan di beberapa daerah," katanya.

Aktivitas fisik memang mulai meningkat seiring tumbuhnya komunitas serta event olahraga. "Namun belum merata. Masih banyak masyarakat yang kurang berolahraga secara teratur," tambahnya.

Baca Juga: Makanan Asin dan Manis Pemicu Hipertensi Hingga Gagal Ginjal, Ini Kata Dokter RSUD Amuntai

Ia menjelaskan, sejumlah faktor menjadi penyebab tingginya penyakit metabolik seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi di Kalsel. Di antaranya pola makan tinggi kalori dan lemak, kebiasaan merokok, serta keterbatasan akses layanan kesehatan.

"Terutama di wilayah pedalaman, pegunungan, dan pesisir yang membuat deteksi dini penyakit sering terlambat," pungkasnya. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
#pola makan sehat #makanan tradisional Kalsel #RS Syifa Medika #diabetes dan obesitas #penyakit metabolik Kalsel