Pasalnya, kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat menjadi penyebab utama berbagai penyakit kronis.
Dalam wawancara pada Jumat (7/11), dr Deiby menyebutkan bahwa di RSUD Pambalah Batung, penyakit yang paling banyak ditangani setelah kasus persalinan adalah hipertensi, stroke, diabetes melitus (DM), dan gagal ginjal.
Baca Juga: PPP HSS Bidik 3 Kursi di DPRD pada Pemilu 2029, Siap Buka Pintu untuk Kader Baru!
"Penyakit-penyakit tersebut berawal dari kebiasaan makan yang tidak sehat. Makanan yang terlalu asin atau terlalu manis menjadi pemicu utama," katanya.
Ia menjelaskan, tradisi kuliner sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. "Terutama di masyarakat Banjar yang gemar makan sayur santan berlebihan, iwak karing, pakasam, hingga makanan manis," ujarnya.
Selain faktor pola makan, gaya hidup tidak sehat seperti kurang aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol, dan stres juga mempercepat timbulnya penyakit degeneratif.
Baca Juga: Taman Van Der Pijl Banjarbaru Siap Dibuka Lagi Desember 2025 Usai Renovasi Trotoar
Faktor keturunan turut memperbesar risiko seseorang menderita diabetes atau hipertensi jika tidak disertai gaya hidup sehat.
dr Deiby menyarankan agar masyarakat mulai mengurangi konsumsi garam, gula, dan lemak. Selain itu, memperbanyak sayur dan buah serta rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari.
"Pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah secara berkala juga penting untuk deteksi dini," katanya.
Baca Juga: Siring Laut Kotabaru Disulap Jadi Bollywood pada Malam Besok, Lomba Lagu di Panggung Bak Film India!
Ia menegaskan, kesehatan merupakan investasi jangka panjang. "Jangan menunggu sakit baru menjaga pola makan. Mari biasakan hidup sehat sejak dini agar terhindar dari penyakit berbahaya," imbaunya.
Melalui edukasi dan kesadaran bersama, diharapkan masyarakat Hulu Sungai Utara semakin peduli pada kesehatan dan mampu menekan angka penderita penyakit tidak menular. (*)
Editor : M. Ramli Arisno