Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Waspada! Stroke dan Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di RSUD Pambalah Batung Amuntai 2025

M Akbar Radar Banjarmasin • Jumat, 7 November 2025 | 15:18 WIB
TAMPAK DEPAN: Bangunan Instalasi Gawat Darurat RSUD Pambalah Batung Amuntai. Di sini untuk stroke dan hipertensi jadi penyakit terbanyak 2025.
TAMPAK DEPAN: Bangunan Instalasi Gawat Darurat RSUD Pambalah Batung Amuntai. Di sini untuk stroke dan hipertensi jadi penyakit terbanyak 2025.

AMUNTAI – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pambalah Batung Amuntai mencatat penyakit stroke dan hipertensi menjadi kasus terbanyak yang ditangani sepanjang tahun 2025.

Data tersebut diambil dari pelayanan rawat jalan periode Januari hingga 11 November 2025.

Kasi Pelayanan RSUD Pambalah Batung Amuntai, Akhmad Nizomy mengatakan bahwa stroke masih mendominasi pasien rawat jalan di rumah sakit tersebut.

“Penyakit tertinggi di RSUD ini adalah stroke, disusul hipertensi dan diabetes melitus. Ketiganya masih menjadi penyakit yang paling banyak diderita pasien,” ujarnya, mewakili Direktur RSUD Farida Evana, Jumat (7/11/2025).

Berdasarkan data rumah sakit, jumlah penderita stroke ringan (rawat jalan) mencapai 2.701 pasien lama.

Terdiri dari 1.239 laki-laki dan 958 perempuan, serta 504 pasien baru (292 laki-laki dan 212 perempuan).

Sementara itu, kasus hipertensi tercatat sebanyak 1.452 pasien lama (496 laki-laki dan 983 perempuan) dan 278 pasien baru (166 laki-laki dan 162 perempuan).

Zumy—sapaan akrab Akhmad Nizomy—menjelaskan, data tersebut hanya mencakup pasien rawat jalan.

Adapun untuk rawat inap, kasus persalinan dan perawatan ibu melahirkan masih mendominasi.

“Untuk kasus hipertensi, posisinya berada di urutan sembilan pada data rawat inap,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti banyaknya pasien yang mengalami sequelae of stroke, atau gejala sisa akibat serangan stroke sebelumnya.

“Kondisinya bisa berupa kelumpuhan, kesulitan bicara dan menelan, gangguan penglihatan, hingga masalah memori. Karena itu, penanganan pascastroke difokuskan pada rehabilitasi agar pasien bisa kembali beraktivitas,” terangnya.

Dengan meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti stroke dan hipertensi, RSUD Pambalah Batung mengimbau masyarakat untuk menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Gaya hidup sehat bisa menekan risiko komplikasi penyakit,” tutup Zumy.

Editor : Eddy Hardiyanto
#hipertensi #Amuntai #RSUD Pembalah Batung #stroke