BANJARBARU – Kasus Influenza Like Illness (ILI) atau penyakit dengan gejala menyerupai influenza di Kota Banjarbaru mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Epidemiolog Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarbaru, Edi Sampana mengungkapkan, hingga pekan ke-41 atau per 11 Oktober 2025, tercatat ada 720 kasus ILI, dengan gejala batuk, pilek, demam, dan nyeri tenggorokan.
“Kenaikan paling tajam terjadi pada pekan ke-41 dengan 92 kasus. Angka ini hampir dua kali lipat dibanding pekan sebelumnya yang berjumlah 51 kasus,” ujarnya, Rabu (22/10).
Ia menyebut, tren peningkatan mulai tampak sejak pekan ke-35, setelah sebelumnya cenderung stabil di kisaran belasan kasus per pekan. Kondisi itu dipicu oleh perubahan cuaca ekstrem dan kualitas udara yang menurun.
“Peningkatan ILI disebabkan perubahan suhu yang mendadak dingin dari panas, atau kelembaban udara yang meningkat sejak pekan 38 ke 39,” jelasnya.
Untuk menekan penyebaran penyakit, Dinkes Banjarbaru mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup, gizi seimbang, dan olahraga teratur.
“Bagi yang sakit, gunakan masker untuk mencegah penularan. Hindari paparan debu dan asap, serta lakukan imunisasi influenza terutama bagi yang memiliki penyakit penyerta,” imbuh Edi.
Pihaknya juga gencar melakukan edukasi melalui fasilitas layanan kesehatan dan berbagai media. “Kami manfaatkan media sosial, pemutaran video di tempat publik, hingga talk show di radio,” pungkasnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief