Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Keracunan MBG Di Martapura, Ahli Gizi RSUD Ratu Zalecha Usulkan Checklist Makanan

M Fadlan Zakiri • Minggu, 19 Oktober 2025 | 05:17 WIB
Spesialis Gizi RSUD Ratu Zalecha Martapura, dr Taufik Rahmadi.
Spesialis Gizi RSUD Ratu Zalecha Martapura, dr Taufik Rahmadi.

MARTAPURA - Kasus keracunan makanan yang sempat menimpa peserta program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banjar menjadi perhatian serius kalangan medis. Spesialis Gizi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura, dr Taufik Rahmadi mengusulkan langkah praktis agar kejadian serupa tak terulang.

Sekolah diminta membuat checklist pengecekan makanan sebelum dibagikan ke siswa. “Sebelum siswa mengonsumsi makanan, sebaiknya guru atau pihak sekolah membuat checklist sederhana untuk memastikan makanan yang diterima benar-benar aman,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurut dr Taufik, sistem checklist seperti ini sudah diterapkan di sejumlah daerah, dan terbukti efektif menekan risiko kontaminasi pangan di lingkungan sekolah.

Ia menjelaskan, checklist tersebut sebaiknya mencakup tiga tahap utama pengawasan. Tahap pertama, saat makanan tiba di sekolah. Guru perlu memastikan makanan datang dalam kondisi tertutup, bersih, dan tidak lebih dari dua jam sejak keluar dari dapur. Aroma tidak asam, warna tidak berubah, dan suhu harus sesuai jenisnya, hangat untuk lauk dan nasi, dingin untuk buah. “Guru juga sebaiknya mencatat waktu penerimaan, dan nama penyedia makanan,” jelasnya.

Tahap kedua, sebelum dikonsumsi, guru wajib memeriksa kebersihan tangan, alat makan, serta kondisi fisik makanan. “Kalau makanan tampak basi, berbau asam, atau berjamur, jangan diberikan. Segera laporkan dan simpan sebagai sampel,” tegasnya.

Tahap ketiga, ketika muncul tanda-tanda keracunan seperti mual, muntah, atau pusing, konsumsi harus segera dihentikan. “Sisa makanan jangan dibuang. Simpan untuk diperiksa lebih lanjut, sambil mencatat waktu makan, jenis makanan, dan gejala yang muncul,” pesannya.

Selain pengawasan di sekolah, Taufik menegaskan pentingnya standar kebersihan sejak dari dapur penyedia. Mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, proses masak, pemorsian, hingga distribusi, semuanya harus mengikuti prinsip keamanan pangan. “Masalah utama bukan pada menu, tapi bagaimana memastikan makanan tetap aman sampai ke tangan siswa,” tegasnya.

Ia menambahkan, dengan sistem pengawasan berlapis dari dapur hingga ruang kelas, potensi keracunan bisa ditekan seminimal mungkin. “Program MBG ini sangat baik. Tinggal bagaimana semua pihak memastikan setiap tahap dijalankan dengan disiplin dan tanggung jawab,” pungkasnya

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#RSUD Ratu Zalecha #Banjar #Mbg