BANJARMASIN - Kekecewaan tampak terlihat dari wajah Ahmed.
Awalnya berharap mendapat pelayanan medis yang maksimal, istrinya malah mendapat pelayanan yang lamban dari Rumah Sakit Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin.
Pada Kamis (9/10/2025) siang, istrinya Lida harus dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan karena keluhan penyakit dalam.
Atas rujukan dokter sebelumnya, ia mendatangi Rumah Sakit Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin.
Dengan kondisi perut yang sudah sangat sakit, ia pun sudah ingin sekali dilakukan tindakan.
Namun, saat tiba di rumah sakit, ia tak mendapatkan pelayanan yang nyaman.
Bahkan, istrinya terus diminta menunggu untuk bisa masuk ke ruangan.
“Sejak datang sekitar pukul 3 siang, istri saya hanya dilayani biasa oleh pihak rumah sakit. Baru sekitar pukul 12 malam, ada ruang inap untuk istirahat,” keluh Ahmed, Rabu (15/10/2025).
“Saya pasien umum, diminta deposit Rp50 juta, saya bayar. Termasuk diminta lagi sekitar Rp25 juta, sudah saya bayar. Tapi, pelayanannya tak mengenakkan,” tuturnya.
Yang ia sayangkan, infus istrinya bahkan sempat hampir kering dan tak diganti oleh petugas.
Direktur Rumah Sakit Ciputra Mitra Hospital, Sony Prabowo menyampaikan permintaan maafnya perihal keluhan ini.
Sony membenarkan, pada saat itu memang pelayanan rumah sakit sedang ramai-ramainya.
Sebanyak 20 ruangan VIP semuanya penuh.
Bagi pasien baru pun tak bisa langsung terfasilitasi.
“Atas nama rumah sakit, saya mengucapkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujar Sony.
Sejak akhir September hingga saat ini, sebutnya, pasien yang rawat inap di tempatnya begitu tinggi. Khususnya di kelas VIP.
“Bukan karena kesengajaan. Tapi kebetulan pasien lagi banyak,” ucapnya.
Perihal infus yang hampir kering, Sony menjelaskan saat itu pihaknya menunggu kabar dari dokter yang menangani pascaoperasi untuk menentukan, apakah sudah boleh dipulangkan.
“Apakah infus dilanjutkan atau dihentikan. Saat itu, posisinya menunggu konfirmasi dengan dokter karena pasien mau dipulangkan,” jelasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto