Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Banjarmasin Nihil Kasus Leptospirosis, Dinas Kesehatan Tetap Waspada

Riyad Dafhi Rizki • Rabu, 30 Juli 2025 | 13:36 WIB

 

Ilsutrasi virus dari tikus
Ilsutrasi virus dari tikus

BANJARMASIN — Wabah leptospirosis tengah menghantui sejumlah daerah di Indonesia. Di Yogyakarta, hingga pertengahan Juli 2025, sudah tercatat 21 kasus, dan tujuh di antaranya berujung pada kematian.

Penyakit ini disebabkan bakteri Leptospira yang umumnya ditularkan melalui air atau tanah yang tercemar urin tikus. Bagaimana di Banjarmasin?

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, dr Tabiun Huda memastikan hingga saat ini belum ada kasus leptospirosis yang terdeteksi.

"Sampai sekarang kami belum menerima laporan adanya kasus bakteri ini," ujar Tabiun, Selasa (29/7).

Meski begitu, ia tetap mengimbau masyarakat agar tidak lengah. Menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi kunci untuk mencegah penyakit yang ditularkan melalui air kotor tersebut.

"Jangan lupa PHBS. Selain itu, perhatikan kebersihan rumah, saluran air, dan hindari kontak langsung dengan genangan air yang berpotensi tercemar," pesannya.

Di sisi lain, cuaca yang tidak menentu belakangan ini turut meningkatkan risiko penyakit lain.

Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), demam berdarah dengue (DBD), dan diare masih mendominasi laporan yang diterima Dinkes.

"Konsumsilah makanan bergizi seimbang, perbanyak vitamin dari buah dan sayuran, olahraga rutin, dan cukup istirahat. Kalau muncul gejala, jangan ditunda, segera periksa ke fasilitas kesehatan," ucapnya.

Gejala leptospirosis bisa menyerupai flu biasa, namun dapat berkembang menjadi serius jika tidak ditangani dengan tepat. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi demam tinggi secara mendadak, sakit kepala, nyeri otot khususnya di bagian betis dan punggung, mata merah, mual, muntah, dan diare.

Pada kasus yang lebih buruk, penderita bisa mengalami perubahan warna pada kulit atau mata menjadi kuning.

Jika tanda-tanda ini muncul, terutama setelah kontak dengan air kotor, isarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Editor: Syarafuddin

 

Editor : Arief
#tikus #penyakit #dinkes #leptospirosis #banjarmasin