TANJUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong menerapkan 12 inovasi dalam melakukan pembangunan bidang kesehatan tahun 2025 ini, sebagai penunjang program prioritas Pemkab Tabalong, yakni Tabalong Pasti Sehat.
Terdiri dari, PEJAKA TULEN atau pelayanan jaminan kesehatan terpadu lengkap untuk meningkatan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan nasional.
Berikutnya e-BERSERI TABALONG “ELEKTRONIK-BERSAMA AWASI ANEMIA REMAJA PUTERI TABALONG guna kepatuhan minum obat tablet tambah darah pada remaja.
Lalu inovasi Kaos TK atau kesehatan tradisional di taman kanak-kanak untuk perubahan perilaku pada anak dalam hal kesehatan tradisional.
Sidawa Berbagi Sehat berupa optimalisasi pengelolaan data kepegawaian melalui sistem informasi data kepegawaian jadi inovadi berikutnya untuk peningkatan cakupan arsip yang tertata dan kemudahan peggunaan ,penyimpanan secara elektronik.
Ditambah HRD Kesehatan atau herbal edukasi kesehatan untuk peningkatan pengetahuan dan penggunaan herbal.
Ada juga Aksi Siput atau akselerasi akreditasi puskesmas Tabalong untuk peningkatan mutu pelayanan.
Plt Kepala Dinkes Tabalong, Husin Ansari mengatakan selain itu RUKO BLUD PKM atau ruang konsultasi badan layanan umum deerah puskesmas untuk peningkatan pengelolaan keuangan layanan BLUD secara baik dan transparan.
"Inovasi kado to kampus atau kesehatan tradisional go to kampus juga kami luncurkan untuk memunculkan kaderisasi pada siswa sekolah dalam rangka mengurangi konsumsi obat-obat kimia," jelasnya, Minggu (20/7/2025).
Ditambah inovasi BANG AMAT atau gerbang asuhan mandiri toga dan akupressur guna meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pemanfaatan tanaman obat dan kemandirian dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi penyakit ringan yang sering di alami di masyarakat.
Dapur Catin berupa program akupresur atau dengan teknik pengobatan tradisional dari Tiongkok yang melibatkan pemberian tekanan pada titik-titik tertentu di tubuh untuk meredakan nyeri, meningkatkan sirkulasi darah, dan merangsang sistem saraf juga diterapkan.
Ia menambahkan, Gasan Jamu Kuad atau griya sehat ayo minum jamu dan akupresur untuk mencegah covid 19 diharapkan dapat merubah perilaku masyarakat dan memunculkan kaderisasi dalam hal pembuatan jamu untuk menambah imunitas.
Terakhir ada Aku Gasak PTM singkatan dari akupresur gasan kendalilan penyakit tidak menular pada lansia juga dihadirkan untuk melayani masyarakat. "Ini dikhususkan lansia hipertensi yang banyak menyebabjan strok pada tubuh," cetusnya.
Husin menegaskan, 12 inovasi yang diluncurkan dan telah dilaksanajan itu untuk pelayanan kepada masyarakat, dan sekaligus mensukseskan program prioritas Pemkab Tabalong. Yaitu Tabalong Pasti Sehat.
Editor : Fauzan Ridhani