BANJARBARU - Dinas Kesehatan Banjarbaru mencatat, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada 2025 ini menurun dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Dinkes Banjarbaru dr Juhai Triyanti Agustina menyebut, data yang masuk hingga pekan ke-27 2025 menunjukkan ada 32 kasus DBD yang tersebar di lima Kecamatan. “Kecamatan Landasan Ulin tercatat memiliki kasus tertinggi, sedangkan Kecamatan Liang Anggang paling rendah,” tuturnya.
Sementara pada periode yang sama tahun 2024, Banjarbaru mencatat hingga 417 kasus DBD. Hal ini menunjukkan efektivitas langkah penanggulangan yang dilakukan.
Salah satu inovasi yang dilakukan oleh Pemko Banjarbaru adalah menggerakkan partisipasi aktif masyarakat melalui program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
“Setiap minggu, masyarakat diajak untuk melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan secara serentak melalui Gerakan Masyarakat Bersih Beimbai Banjarbaru Emas,” papar Juhai.
Menurutnya, program ini menjadi langkah penguatan koordinasi dan sinkronisasi antar instansi terkait untuk menekan angka kejadian dan kematian akibat DBD.
“Kami optimis dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, penanggulangan DBD di Banjarbaru dapat semakin efektif dan memberikan hasil yang nyata,” pungkasnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief