BANJARMASIN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin mencanangkan program vaksinasi dengue dengan target 2.500 anak pada tahun ini. Program ini rencananya akan dimulai Agustus mendatang, bertepatan dengan peringatan Pekan Imunisasi Nasional (PIN).
Kepala Dinkes Banjarmasin, Tabiun Huda menjelaskan ini dilakukan untuk menekan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih tinggi di kota ini. Sepanjang 2024, tercatat tiga warga meninggal akibat penyakit itu.
“Vaksinasi ini merupakan langkah pencegahan agar kasus DBD tidak menjadi lebih parah. Meski tidak menghilangkan risiko sepenuhnya, vaksin ini dapat mencegah infeksi berkembang menjadi kondisi berat,” ujar Tabiun dalam rapat koordinasi lintas sektoral di sebuah hotel, Selasa (24/6).
Dinkes telah menyiapkan 5.000 dosis vaksin dengue untuk program ini. Setiap anak akan menerima dua kali vaksin dengan jarak waktu tiga bulan antara dosis pertama dan kedua.
“Sama seperti vaksin Covid-19, vaksin dengue bertujuan meringankan gejala. Jadi, jika tertular, anak-anak tidak sampai pada kondisi berat, atau bahkan berujung kematian,” jelasnya.
Tabiun menambahkan bahwa program vaksinasi dengue ini telah berhasil diterapkan di beberapa negara, seperti Argentina dan Brasil. Kini, Indonesia, termasuk Banjarmasin, mulai bergerak untuk mengadopsi langkah serupa.
"Ini adalah salah satu langkah preventif yang diharapkan bisa menekan angka kematian akibat DBD di kota ini," yakinnya.
Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdik Banjarmasin, Ibnul Qayyim menyebutkan sasaran utama vaksinasi adalah siswa kelas III dan IV SD, yang berusia sekitar 8–9 tahun.
“Usia tersebut dianggap rentan terhadap serangan DBD. Namun, tidak ada unsur paksaan dalam pemberian vaksin. Kami akan meminta persetujuan orang tua terlebih dahulu,” kata Qayyim.
Untuk itu, Disdik akan menyosialisasikan program ini melalui sekolah-sekolah, sekaligus mendistribusikan formulir persetujuan, baik dalam bentuk fisik maupun digital, seperti Google Form.
“Tujuan kami adalah memberikan pilihan kepada orang tua. Yang terpenting, semua pihak terlibat aktif dalam upaya pencegahan DBD ini," harapnya.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menyatakan dukungannya terhadap program vaksinasi dengue yang akan segera dilaksanakan. Program ini merupakan salah satu langkah strategis dalam menangani penyebaran demam berdarah di kota dengan populasi padat seperti Banjarmasin.
“Penyebaran DBD di Banjarmasin tidak terlepas dari tantangan kepadatan penduduk dan masalah lingkungan, seperti banyaknya tumpukan sampah. Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung suksesnya program vaksin ini, dan menjaga kebersihan lingkungan rumah masing-masing agar hidup sehat,” ujarnya.
Namun, Yamin mengingatkan agar pelaksanaan vaksinasi sesuai dengan prosedur dan aturan resmi. Semua pihak yang terlibat wajib memastikan keamanan dan efektivitas vaksin selama program berlangsung.
“Dalam pelaksanaannya, vaksinasi harus mengikuti aturan dan prosedur yang telah ditetapkan. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Penyimpanan vaksin juga harus dilakukan dengan baik, serta status sertifikasi halalnya harus dipastikan,” tegasnya.
Harapannya, vaksinasi tidak hanya memberikan perlindungan bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan yang sehat sebagai langkah pencegahan DBD.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief