Apa itu Demam pada Anak?
Demam adalah kenaikan suhu tubuh di atas normal, biasanya lebih dari 37,5°C jika diukur dengan termometer aksila (ketiak) atau lebih dari 38°C jika diukur rektal. Demam bukan penyakit, tapi gejala atau tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi atau ada proses inflamasi.
Demam disebabkan oleh apa?
Demam pada anak dapat disebabkan oleh beberapa penyebab yaitu pertama disebabkan oleh Infeksi (Penyebab Paling Umum). Anak-anak sangat rentan terkena infeksi karena sistem imun mereka belum sekuat orang dewasa. Contoh: Infeksi virus (flu, campak, cacar air, roseola), Infeksi bakteri (radang tenggorokan oleh Streptococcus, infeksi telinga, infeksi saluran kemih), Infeksi saluran napas atas (batuk pilek).
Kedua disebabkan karena Imunisasi karena setelah vaksinasi, demam ringan bisa muncul sebagai respons tubuh terhadap vaksin.
Ketiga demam terjadi bisa disebabkan Tumbuh Gigi (Teething). Tumbuh gigi bisa menyebabkan sedikit peningkatan suhu, tapi biasanya tidak sampai demam tinggi.
Yang keempat karena Overheating (Kepanasan).Bayi yang dibungkus terlalu tebal atau ruangan terlalu panas bisa mengalami peningkatan suhu tubuh, tapi bukan karena infeksi.
Yang terakhir bisa disebabkan kondisi Non-infeksi Lainnya seperti Penyakit autoimun, Kanker (jarang, tapi bisa) atau efek samping obat-obatan tertentu.
Tanaman bawang merah ( Allium cepa.L ) merupakan sejenis tanaman semusim. Tanaman ini diduga berasal dari asia tengah yaitu sekitar India.
Bawang merah adalah salah satu rempah multiguna, Selain sebagai bumbu rempah, tanaman ini juga ternyata bisa difungsikan sebagai salah satu obat tradisional untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit.
Salah satunya adalah penggunaan bawang merah untuk menurunkan demam. Di tengah kemajuan dunia medis, masih banyak orang tua yang memilih menggunakan cara-cara tradisional untuk mengatasi keluhan kesehatan ringan pada anak seperti anak yang mengalami demam.
Metode ini telah digunakan secara turun-temurun dan hingga kini masih menjadi andalan di banyak rumah tangga, terutama di daerah pedesaan.
Mengapa Bawang Merah?
Dalam kehidupan urang Banjar, Kalimantan Selatan memiliki beragam pengetahuan salah satunya tentang penyakit dan cara penyembuhan yang biasa disebut dengan istilah “garing dan penamban”.
Pengetahuan ini sangat perlu diajarkan karena dipercaya mujarab dan biayanya terjangkau. Ajaran leluhur urang Banjar Kalsel tentang Penamban (Obat) menggunakan ramuan obat-obat tradisional.
Pengobatan tradisional orang Banjar untuk penyakit mempergunakan ramuan-ramuan alam yang ada disekitar tempat tinggal mereka terdiri dari daun, biji, akar, umbi atau kulit batang.
Ajaran ini masih dilestarikan hingga saat ini. Pengetahuan urang Banjar tentang beragam pengobatan tradisional terhadap penyakit mengandung nilai-nilai luhur dalam kehidupan antara lain melestarikan tradisi, penghargaan terhadap alam dan adanya nilai ekonomis.
Salah satunya adalah memanfaatkan bawang merah. Di masyarakat bawang merah yang dikenal sebagai salah satu zat istimewa dalam pembuatan bumbu makanan, selain itu ternyata juga dapat digunakan untuk menurunkan panas pada anak dan mengurangi rasa nyeri karena bawang merah memiliki kandungan zat kimia seperti Sikloaliin, prostaglandin A-1, Adenosin yang bersifat antikanker, antibakteri, antialergi dan antiinflamasi.
Bawang merah juga memiliki kandungan alami seperti minyak atsiri, senyawa sulfur, dan flavonoid yang dapat membantu meredakan panas tubuh.
Aroma menyengat dan sensasi hangat yang ditimbulkan saat dioleskan ke kulit dipercaya mampu melancarkan sirkulasi darah dan mempercepat proses pengeluaran panas dari tubuh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan oral ektrak dari bawang merah ternyata dapat mengurangi perilaku nyeri neuropatik.
Kegunaan dari bawang merah antara lain juga dapat dipakai untuk mengatasi bayi yang mengalami demam selain itu juga dapat digunakan untuk menangani perut yang kembung atau masuk angin, bawang merah juga dapat melancarkan sirkulasi darah dan dapat mengatasi berbagai penyakit yang biasa dialami oleh bayi seperti batuk, pilek dan cacingan.
Cara penggunaanya juga sangat sederhana
Ada beberapa cara penggunaan bawang merah untuk mengatasi demam yaitu cara yang pertama ambil bawang merah seperlunya kemudian dipotong tidak tebal, di siapkan minyak kelapa dan minyak kayu putih seperlunya.
Bawang merah dan minyak kelapa serta minyak kayu putih diremas-remas kemudian di oleskan pada perut yang kembung, pada seluruh badan, kaki dan tangan anak yang demam.
Atau bisa juga dengan cara kupas dan bersihkan 2-3 siung bawang merah lalu parut. Tambahkan 2 sdm minyak kelapa, ½ sendok minyak kayu putih, ½ sdm air jeruk nipis pada bawang merah yang telah diparut.
Gosokkan pada ketiak, punggung, bagian perut, lipatan badan, telapak kaki serta bagian tubuh yang terasa panas kalau dipegang. Selain dioleskan, bawang merah juga bisa digunakan sebagai kompres alami.
Caranya, bawang merah dihaluskan lalu dicampur dengan sedikit cuka dan air hangat. Campuran ini dibungkus kain bersih lalu diletakkan di dahi anak sebagai kompres.
Banyak orang tua menyebut anak akan berkeringat setelah diolesi, dan suhu tubuh perlahan turun. Namun tentu saja, penggunaan bawang merah ini bukan tanpa catatan.
Sebaiknya hindari pemakaian jika anak memiliki kulit sensitif, karena bisa menimbulkan iritasi. Dan yang paling penting, jika demam anak tidak kunjung turun setelah 2-3 hari, atau disertai gejala berat seperti kejang, muntah terus-menerus, atau kesadaran menurun, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Pada akhirnya, bawang merah bisa menjadi alternatif penanganan awal untuk demam ringan karena penggunaan bawang merah ini sangat mudah dan ekonomis sembari tetap memperhatikan kondisi anak secara menyeluruh.
Tradisi ini bukan hanya soal warisan budaya, tapi juga bentuk perhatian dan kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya. Dan tak jarang, perhatian itulah yang paling ampuh mempercepat proses penyembuhan.
Oleh : Hj Zainab S SiT M Kes (Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin)
Editor : Fauzan Ridhani