Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Penyebab Depresi Setelah Menikah

Muhammad Syarafuddin • Senin, 13 Januari 2025 | 18:25 WIB
Photo
Photo

PERNIKAHAN sering dianggap sebagai momen bahagia yang menandai awal kehidupan baru bersama pasangan.

Namun, tidak jarang kebahagiaan yang diimpikan berubah menjadi tekanan yang menyebabkan stres atau bahkan depresi.

Banyak pasangan baru yang menghadapi tantangan emosional ketika realita pernikahan tidak sesuai dengan harapan.

Salah satu penyebab utama stres setelah menikah adalah adanya perbedaan ekspektasi antara pasangan.

Sebelum menikah, banyak orang membayangkan kehidupan rumah tangga yang sempurna, tetapi realitanya sering kali penuh dengan kompromi dan tanggung jawab baru.

Ketidaksesuaian harapan ini dapat menimbulkan konflik, terutama jika pasangan tidak terbuka dalam berkomunikasi.

Permasalahan dalam rumah tangga adalah hal yang lumrah terjadi. Namun, jika dibiarkan tanpa mencari solusi, masalah kecil bisa tumbuh menjadi konflik yang semakin menjadi.

Agar kemarahan tidak semakin menumpuk dan memutuskan untuk berpisah, penting untuk memahami beberapa kondisi yang sering menjadi pemicu utama konflik dalam kehidupan suami-istri yang telah ditulis oleh hallosehat.com:

a. Masalah keuangan: adanya ketimpangan dalam pendapatan suami istri atau kurangnya pendapatan untuk biaya hidup

b. Perbedaan cara dalam mengasuh buah hati

c. Kehidupan seks yang buruk

d. Komunikasi yang tak berjalan dengan baik: komunikasi yang buruk terjadi saat ada yang merasa takut mengutarakan pendapat atau selalu bertindak egois

f. Ketidaksetiaan. Sebagai contohnya adalah terjadinya perselingkuhan

e. Masalah kesehatan. Biasanya terjadi apabila terdapat masalah kesuburan di antara salah satu pasangan

Saran untuk mengatasi masalah di atas adalah dengan mencari jalan tengah dan berusaha memperbaiki komunikasi antara kedua belah pihak melalui diskusi yang lebih baik.

Selain itu, cobalah untuk lebih ikhlas menerima hal-hal yang telah terjadi dan mengembangkan rasa syukur. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melibatkan keluarga dalam kegiatan yang menyenangkan.

Hal ini disampaikan oleh dr. Riza Marlina melalui laman alodokter.com dan disarankan apabila masalah ini tidak kunjung membaik, bisa berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Rutinitas yang monoton dan minimnya waktu berkualitas bersama juga dapat mengurangi kebahagiaan dalam pernikahan.

Ketika pasangan terlalu sibuk dengan pekerjaan atau tugas rumah tangga, mereka sering kali lupa untuk meluangkan waktu untuk saling berkomunikasi atau menikmati kebersamaan. Akibatnya, rasa keterhubungan emosional mulai memudar.

Penting untuk diingat bahwa stres dan depresi setelah menikah adalah hal yang normal dan bisa diatasi.

Pasangan disarankan untuk selalu menjaga komunikasi yang terbuka, saling mendukung, dan tidak ragu mencari bantuan profesional seperti konselor pernikahan jika diperlukan. 

Editor : Arief
#depresi #kesehatan #pernikahan #mental #Medika