PADA musim liburan, banyak orang melakukan perjalanan panjang untuk menghabiskan liburan. Namun banyak orang tidak dapat menikmati liburan mereka karena mabuk perjalanan.
Dilansir dari Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit (CDC), mabuk perjalanan mengakibatkan penderita pusing dan mual. Kondisi ini dapat dialami semua orang dengan metode transportasi apa pun.
Dilansir dari NHS, kondisi ini disebabkan gerakan atau goyangan yang berulang selama perjalanan berlangsung. Seperti ketika mobil melewati polisi tidur atau kapal yang bergoyang-goyang akibat ombak. Berikut beberapa saran yang dapat dicoba untuk mengurangi mabuk perjalanan.
Duduk Menghadap ke Depan
Dilansir dari Healthline, kondisi mabuk perjalanan ini juga dapat terjadi ketika gerakan mata berbeda dengan gerakan yang diterima telinga bagian dalam kita. Untuk memperbaiki koneksi antar penglihatan dan telinga bagian dalam, kita perlu melihat arah tujuan.
Apabila Anda bepergian dengan mengendarai mobil, untuk mengurangi gejala mabuk ini dapat mencoba duduk di kursi depan. Kalau menggunakan kereta, pilih kursi yang menghadap ke depan pula.
Memfokuskan Pandangan ke Cakrawala
Objek-objek pada cakrawala atau langit jauh cenderung tidak akan bergerak, sehingga dapat menenangkan mata. Kita juga dapat menyangga kepala dengan bantalan leher agar kepala tetap tegak.
Pilih Posisi yang Tepat
Selain duduk menghadap ke depan, Mayo Clinic merekomendasikan berbagai hal lain yang dapat dicoba dengan transportasi udara dan laut. Apabila melakukan perjalanan udara, dapat memilih kursi pada bagian depan sayap. Dan jangan posisikan pendingin udara tepat ke wajah.
Dalam perjalanan laut, pilih kabin yang berada di depan atau tengah kapal, serta dekat dengan permukaan air.
Camilan
Memakan camilan ringan dapat mengurangi mual. Akan tetapi makanan berat yang berminyak dan asam dapat membuat gejala mabuk tambah parah karena makanan seperti ini lambat untuk dicerna.
Camilan yang disarankan adalah makanan seperti sereal, roti kering, biji-bijian, apel dan pisang. Makanan yang mengandung jahe juga dapat membantu seperti minuman jahe atau permen jahe.
Minum air dingin atau minuman berkarbonasi juga dapat mengurangi mual. Akan tetapi beberapa soda dapat membuat dehidrasi yang malah memperburuk mual.
Alihkan Perhatian dengan Musik atau Obrolan
Dari analisis meta pada 2022, peneliti menyimpulkan dengan mendengarkan musik dapat membantu mengurangi mual. Selain itu, kita juga dapat berhenti menggunakan ponsel atau gawai.
Orang-orang yang rawan akan mabuk perjalanan akan kesulitan untuk membaca tulisan karena dikoneksi pada telinga bagian dalam dan penglihatan tadi. Apabila ingin menyelesaikan sebuah buku, sebaiknya beralih ke audiobook.
Mencoba Obat-obatan
Kita dapat membeli obat anti mabuk perjalanan di apotek terdekat. Obat ini akan membuat mengantuk dan tertidur selama perjalanan.
Apabila tidak ingin mengkonsumsi obat-obatan kimia, kita dapat mencoba aromaterapi seperti minyak wangi peppermint. Dalam sebuah penelitian pada 2016, ditemukan wangi peppermint dapat mengurangi mual pada pasien pasca operasi. Karena efek mengurangi mual ini, kita dapat mencobanya untuk melawan mabuk perjalanan.
Akan tetapi aromaterapi yang digunakan berlebihan dan terlalu lama justru malah membuat mual. Hal yang sama juga berlaku pada bau rokok. Jahe dan chamomile telah diteliti dapat membantu mengurangi gejala mabuk perjalanan.
Editor : Arief