Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Waspada Cacar Monyet yang Merebak di Inggris, Kenali Gejala, Penularan, dan Pencegahannya

Zulqarnain Radar Banjarmasin • Kamis, 29 Agustus 2024 | 17:04 WIB
Ilustrasi cacar monyet atau monkeypox.(Foto:iStock)
Ilustrasi cacar monyet atau monkeypox.(Foto:iStock)

BANJARMASIN - Cacar monyet atau monkeypox adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dalam Genus Orthopoxvirus.

Kasus pertama pada manusia teridentifikasi pada 1970 di Zaire, yang kini dikenal sebagai Republik Demokratik Kongo. Cacar monyet ditemukan pada seorang anak laki-laki berusia 9 tahun.

Penyakit ini biasanya terjadi di kawasan hutan hujan tropis Afrika tengah dan barat.

Namun, pada Mei 2022, kasus pertama cacar monyet di negara non-endemis dilaporkan di Inggris, menandakan penyebaran penyakit ini di luar wilayah asalnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 14 Agustus 2024 telah menetapkan monkeypox sebagai darurat kesehatan global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

Keputusan ini diambil setelah adanya lonjakan kasus monkeypox di Republik Demokratik Kongo dan sejumlah negara lain di Afrika.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mencatat adanya peningkatan kasus monkeypox sejak 2023 hingga Agustus 2024.

Total, ada 88 kasus konfirmasi yang telah dilaporkan. Dari jumlah tersebut, Jakarta menjadi provinsi dengan kasus terbanyak, yaitu 59 kasus.

Jawa Barat berada di posisi kedua dengan 13 kasus, disusul oleh Banten yang melaporkan sembilan kasus.

Gejala Cacar Monyet

Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan pada Kamis (29/8/2024) dijelaskan gejala awal cacar monyet mirip dengan infeksi virus pada umumnya, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan.

Selain itu, gejala lain yang perlu diwaspadai meliputi:

1. Demam tinggi di atas 38,5 °C.
2. Kelemahan tubuh yang signifikan.
3. Sakit kepala yang intens.

4. Nyeri saat menelan dan batuk.
5. Nyeri otot di berbagai bagian tubuh.
6. Pembesaran kelenjar getah bening (limfadenopati).

7. Timbulnya ruam pada kulit.
8. Munculnya lesi yang menyerupai cacar.

Meski gejala-gejala tersebut mirip dengan cacar air, ada perbedaan utama, yaitu pembengkakan pada kelenjar getah bening yang terjadi pada penderita cacar monyet.

Masa inkubasi virus ini berkisar antara 6 hingga 13 hari, namun bisa juga berlangsung antara 5 hingga 21 hari.

Penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi pada beberapa kasus, terutama pada anak-anak atau orang dengan daya tahan tubuh lemah, cacar monyet dapat menyebabkan komplikasi yang serius.

Cara Penularan

Cacar monyet dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau antar manusia. Penularan dari hewan terjadi melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau lesi pada kulit dan mukosa hewan yang terinfeksi.

Manusia dapat tertular jika bersentuhan dengan hewan yang terinfeksi, baik melalui gigitan, cakaran, atau saat memproses hewan yang terinfeksi.

Penularan dari manusia ke manusia terjadi melalui kontak langsung dengan luka atau cairan tubuh penderita.

Virus ini juga bisa menyebar melalui benda-benda yang terkontaminasi oleh virus, seperti pakaian atau tempat tidur yang telah digunakan oleh penderita.

Pencegahan Cacar Monyet

Untuk mencegah penyebaran cacar monyet, beberapa langkah dapat dilakukan:

1. Perilaku hidup bersih dan sehat. Biasakan mencuci tangan dengan benar setelah kontak dengan hewan atau orang yang terinfeksi.
2. Hindari kontak langsung dengan hewan yang berpotensi menjadi reservoir virus, terutama di daerah endemis.
3. Hindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi.

Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala seperti demam dan ruam, segeralah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat dan tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Dengan meningkatkan kesadaran dan memahami cara penularan serta pencegahan cacar monyet, kita dapat bersama-sama mengurangi risiko penyebaran penyakit ini.

Editor : Fauzan Ridhani
#kongo #cacar monyet #virus #who #Monkey Pox