Saat Warga Terlelap, Rumah Lansia di Sungai Raya Selatan HSS Hangus Terbakar

M Padil Ihsan • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:35 WIB
HANGUS: Petugas saat melakukan pemadaman rumah warga yang terbakar di Desa Sungai Raya Selatan, Rabu (14/10/2026) dini hari. (Foto: Damkar HSS)
HANGUS: Petugas saat melakukan pemadaman rumah warga yang terbakar di Desa Sungai Raya Selatan, Rabu (14/10/2026) dini hari. (Foto: Damkar HSS)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Rumah seorang lansia, Kastaniah (71) di Jalan Paharuangan RT 004 RW 002, Desa Sungai Raya Selatan, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), terbakar pada Rabu (14/10/2026) dini hari. 

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.04 WITA itu menghanguskan seluruh rumah hingga rusak total. Rumah tersebut dihuni satu kepala keluarga dengan dua jiwa.

Petugas gabungan dari Dinas Satpol PP dan Damkar HSS, Kerukunan BPK/PMK HSS, BPBD, TNI/Polri, serta warga sekitar turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan Damkar HSS, Nur Abdi Kesuma Jaya, mengatakan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

“Korban jiwa maupun luka nihil. Sementara untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, taksiran kerugian akibat kebakaran tersebut masih belum diketahui. Petugas masih melakukan pendataan terkait dampak kejadian.

Waspada Kebakaran saat Musim Kemarau

Peristiwa kebakaran yang terjadi saat musim kemarau perlu menjadi perhatian. Abdi mengatakan, kondisi cuaca yang panas dan kering membuat berbagai material di sekitar lebih mudah terbakar.

“Pada saat musim kemarau identik dengan panas yang ekstrem. Apalagi tahun ini panasnya sangat ekstrem, sehingga semua benda yang terpapar sinar matahari menjadi kering dan mudah terbakar,” jelas Abdi.

Menurutnya, rumah yang telah berbulan-bulan terpapar panas menjadi lebih mudah terbakar apabila terkena sumber api.

Kebakaran rumah juga dapat dipicu kelalaian manusia, mulai dari aktivitas di dapur, penggunaan listrik hingga membakar sampah di sekitar rumah.

Mengantisipasi kebakaran selama musim kemarau, masyarakat diimbau tidak membakar sampah di lokasi yang berpotensi menyebabkan api menyebar.

Masyarakat juga diminta berhati-hati saat menggunakan kompor, baik kompor minyak maupun kompor gas. Penggunaan colokan listrik secara bertumpuk juga perlu dihindari karena dapat menyebabkan panas pada kabel.

Jika kebakaran masih dalam tahap awal, penghuni dapat melakukan penanganan menggunakan APAR apabila tersedia. Penanganan juga bisa dilakukan dengan kain basah apabila memahami prosedurnya.

Namun, jika api tidak dapat dikendalikan, masyarakat diminta segera menghubungi pemadam kebakaran melalui frekuensi emergensi maupun telepon layanan kebakaran.

Editor : Sutrisno
HSS Kebakaran