Karhutla Kepung Uniska, Kuliah Diliburkan

Maulana Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 14:12 WIB
Karhutla terjadi di sekitar kawasan Kampus Uniska Handil Bakti. (Maulana/Radar Banjarmasin)
Karhutla terjadi di sekitar kawasan Kampus Uniska Handil Bakti. (Maulana/Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Marabahan – Asap pekat mengepung kawasan Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari di Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Rabu (7/10/2026) siang.

Kondisi tersebut membuat aktivitas di lingkungan kampus terganggu. Bahkan, pihak Uniska memutuskan meliburkan sementara kegiatan perkuliahan untuk mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan mahasiswa dan civitas akademika.

Rektor Uniska Muhammad Arsyad Al Banjari, Prof Mohammad Zainul, mengatakan keputusan meliburkan perkuliahan diambil karena kondisi asap yang terlalu pekat.
“Diliburkan karena asap terlalu pekat, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya saat ditemui di lokasi.

Menurut Zainul, kondisi ini cukup berisiko bagi mahasiswa. Terlebih bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma.

"Apalagi ada mahasiswa yang memiliki penyakit asma, akan berisiko,tapi sampai saat ini belum ada laporan mahasiswa kami mengalami sedak nafas dampak kejadian ini," ujarnya.

Ia mengatakan, asap karhutla setidaknya mengganggu proses belajar mengajar pada Rabu. Untuk kegiatan perkuliahan selanjutnya, pihak kampus masih melihat perkembangan kondisi di lapangan.

"Ini mengganggu aktivitas belajar, minimal hari ini. Ke depannya kita lihat kondisi,"katanya.

Zainul menegaskan, persoalan yang paling dirasakan pihak kampus bukan hanya kobaran api. Namun, asap tebal yang masuk dan menyelimuti kawasan kampus sehingga mengganggu aktivitas warga Uniska.

Karhutla di sekitar kawasan Uniska sendiri mulai terjadi sejak Selasa (6/10/2026) sore. Api sempat berhasil dipadamkan, namun kembali muncul pada Rabu sekitar pukul 09.30 Wita.

Sejumlah relawan pemadam kebakaran swasta hingga Rabu siang masih berjibaku melakukan pemadaman. Upaya tersebut dilakukan agar kobaran api tidak semakin meluas dan mendekati kawasan kampus.

Selain pengerahan armada damkar, satu unit helikopter juga terpantau dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla yang mengepung kawasan Uniska di Handil Bakti.

Kondisi asap yang cukup pekat membuat aktivitas masyarakat di sekitar lokasi ikut terganggu. Pihak kampus pun memilih mengutamakan keselamatan dan kesehatan mahasiswa serta seluruh civitas akademika sembari menunggu kondisi karhutla membaik.

Pantauan Radar Banjarmasin sejak Selasa malam, upaya pemadaman terus dilakukan di sejumlah titik yang terbakar di kawasan Handil Bakti dan wilayah sekitarnya.

Selain damkar swasta yang berada di Kecamatan Alalak dan kecamatan sekitar, bantuan juga berdatangan dari sejumlah barisan pemadam kebakaran (BPK) swasta Kota Banjarmasin.

Penanganan karhutla kali ini pun melibatkan banyak unsur. Sejumlah armada dikerahkan untuk membantu mengatasi kobaran api yang semakin meluas.

Di antaranya mobil tangki Rantis Polresta Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalsel, Samapta Polda Kalsel, Satbrimob Polda Kalsel, Damkar Kota Banjarmasin hingga BPBD Kota Banjarmasin.

Deretan armada tersebut masuk ke kawasan Handil Bakti untuk membantu suplai air dan proses pemadaman di titik-titik api.

Tak hanya mengerahkan personel dan armada, pimpinan kepolisian dari dua wilayah juga turun langsung ke lokasi.

Kapolres Barito Kuala AKBP Susilawati bersama Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin beserta pejabat utama masing-masing mendatangi lokasi karhutla.

Mereka turut memantau proses penanganan sekaligus membantu upaya pemadaman di lapangan.
Kehadiran personel gabungan ini menjadi bagian dari upaya mencegah api semakin meluas, terlebih lokasi kebakaran berada tidak jauh dari kawasan kampus dan permukiman warga.

Karhutla di sekitar kawasan Uniska sendiri mulai terjadi sejak Selasa (6/10/2026) sore. Api sempat berhasil dipadamkan, namun kembali muncul pada Rabu sekitar pukul 09.30 Wita.

Hingga Rabu siang, sejumlah relawan pemadam kebakaran masih berjibaku melakukan pemadaman. Satu unit helikopter juga terpantau dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla yang mengepung kawasan Uniska di Handil Bakti.

Kapolres Batola, AKBP Susilawati turun langsung ke lokasi untuk memantau penanganan karhutla sekaligus melihat kondisi di lapangan.

Ia menyebut, sedikitnya ada tiga titik karhutla yang ditangani petugas, yakni di kawasan Handil Bakti Indah (HBI), belakang Kampus Uniska, serta Perumahan Abdi Persada.

"Pertama di HBI (Handil Bakti Indah), kedua belakang Kampus Uniska dan yang ketiga di Perumahan Abdi Persada," ujarnya di lokasi,pada  Selasa (6/10/2026) malam.

Penanganan karhutla melibatkan personel gabungan. Polres Batola mendapat dukungan dari Satbrimob Polda Kalsel, Samapta, Ditpolairud, Polresta Banjarmasin hingga relawan barisan pemadam kebakaran swasta.

Petugas juga melakukan pemetaan terhadap titik-titik api untuk memudahkan proses penanganan di lapangan.

Namun, upaya pemadaman tidak berjalan mudah. Salah satu kendalanya adalah lokasi titik api yang cukup jauh dari sumber air.

"Kendala di lapangan, lokasi titik kebakaran terbilang jauh dari sumber air dan alat tidak bisa mendekat," jelas Susilawati.

Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas, terutama ke kawasan permukiman warga.Dalam kejadian tersebut, tiga rumah warga dilaporkan turut terdampak akibat karhutla

Editor : M Oscar Fraby
karhutla Batola Uniska